KARAWANG, TAKtik – Banjir yang menggenangi permukiman di Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat hingga 15 Maret 2025 masih menyisakan kubangan air. Yakni, di Dusun Kampek RT.05/02.
Ada 55 rumah yang dihuni 75 KK (Kepala Keluarga) dengan jumlah 203 jiwa belum bisa menempati tempat tinggalnya tersebut. Karena ketinggian air banjir di sini bertahan antara 10 cm hingga 80 cm.
Lambannya air banjir surut, menurut Kepala Dusun Farman Dimas, disebabkan oleh saluran pembuang di kali Rawakonang tersumbat akibat pendangkalan. “Kalau Pemkab Karawang melalui Dinas PUPR serius mau menyelamatkan warga kami tinggal nurunkan beko buat ngeruk saluran pembuang itu,” ungkapnya.
Jika kondisi ini tidak segera ditangani, Farman khawatir, banjir yang menggenangi rumah warga di Dusun Kampek akan terus berlanjut hingga Hari Raya Idul Fitri. “Lebaran tinggal dua minggu lagi loh. Masa kami dibiarkan terus begini tanpa penanganan?” ujarnya.
Sedangkan di Kabupaten Bekasi, diketahui Farman dari medsos, pemkab setempat bergerak cepat menormalisasi Kali Srengseng Hilir di Desa Jayabakti, Kecamatan Cabangbungin menggunakan beko. “Kenapa di kita gak bisa? Adakah kelambanan ini dampak dari politik pilkada kemarin?” herannya.
Selain permukiman warga, sambung Farman, jalan akses warga terdampak banjir di Dusun Pangasinan di wilayah desanya yang dari dan ke jalan interchange Karawang Barat juga belum bisa dilalui kendaraan akibat masih terendam banjir. (tik)