KARAWANG, TAKtik – Entah sampai kapan keringat warga Dusun Pangasinan, Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat kering dari tubuhnya. Kini, banjir kembali datang ke permukimannya.
Kendati tidak sebesar pekan kemarin, namun banjir kali ini pun tak urung masuk lagi ke rumah-rumah mereka di lingkungan RT.02 dan di RT.03. Sejak Selasa sore, 18 Maret 2025, genangan banjir masih bertahan di posisi terendah sebatas betis orang dewasa, terdalam sepaha orang dewasa.
Pantauan TAKtik di lokasi banjir, warga terdampak saat itu sudah berjaga-jaga mengamati pergerakan debit air yang menggenang. Mereka belum memutuskan untuk balik ke pengungsian.
“Kalau sampai isya ini sih air tidak bergerak naik. Mudah-mudahan surut lagi,” ungkap warga terdampak, Ustadz Agus, yang baru punya waktu memperbaiki sepeda motornya paska terendam banjir besar pada pekan kemarin.
Banjir susulan kali ini, sebut Kepala Dusun Farman Dimas, di lingkungan RT.02 sedikitnya ada 40 KK yang rumahnya terendam. Sedangkan di lingkungan 03 tak kurang dari 80 KK.
“Sebenarnya banjir yang datang sejak sore tadi adalah banjir susulan kedua setelah banjir besar yang melanda perkampungan kami yang surut di pekan kemarin. Makanya kami himbau warga tetap waspada selama curah hujan di hulu Sungai Cibeet masih tinggi,” ujar Farman.
Dikhawatirkannya, kondisi pasang surut banjir di Dusun Pangasinan dan Kampek di wilayah desanya berlangsung hingga Hari Raya Idul Fitri. Banjir rutin tahunan kali ini saja, kata Farman, sudah terjadi sejak awal Ramadhan 1446 Hijriah. (tik)