KARAWANG, TAKtik – Bukan hanya jumlah dan ukuran rumah panggung yang terus berubah, pagu anggaran pun untuk setiap unit yang akan dibangun buat warga terdampak banjir Karangligar turut menyusut.
Kabar yang diterima Sekdes Karangligar Asep Saepul, alokasi anggaran per unit rumah panggung antara Rp 100 juta hingga Rp 120 juta. Padahal, sebelumnya dijanjikan oleh Gubernur Dedi Mulyadi Rp 170 juta setiap unitnya. “Informasi dari tim survey ya jadinya segitu,” ungkapnya, Kamis siang (7/8/2025).
Mengenai perubahan ukuran dari awal 8X8 meter persegi menjadi 6X6 merer persegi hingga akhirnya hanya 4X6 meter persegi, kutif Sekdes Asep berdasar keterangan tim survey, disesuaikan dengan budget karena tiang pancang rumah panggung harus ditanam sedalam 12 meter.
“Kata mereka (tim survey), tanah keras untuk dasar tiang pancang di Dusun Kampek yang akan dibangun sebagai sampel ada di kedalaman itu. Permukaannya tanah basah. Katanya ini yang menjadi alasan ukuran rumah dikurangi,” ujar Sekdes Asep.
Selain itu, ketinggian rumah panggung berdasar bestek (gambar rumah yang akan dibangun), kutif Sekdes Asep lagi, hanya 2,25 meter dari permukaan tanah. Jika benar setinggi ini, diyakininya, masih rentan tergenang banjir yang sering mencapai 3 meter.
Merespon pernyataan KDM (nama panggilan akrab Gubernur Dedi Mulyadi) terkait data usulan dari Karangligar yang baru masuk 25 pemohon, seperti dilansir Pikiran Rakyat, Kasi Kesos Desa Karangligar Satim Setiabudi, itu adalah data yang diminta melalui petugas Dinas PRKP Karawang untuk sampel di Dusun Kampek.
“Dari 25 unit rumah panggung yang katanya akan dibangun lebih dulu, 10 unit anggaran CSR Eiger, 15 unit lainnya dari Pemprov Jabar di anggaran perubahan. Informasinya sih begitu. Adapun data yang sudah dikirim (diusulkan) sebenarnya 109 unit dari yang diminta 100 unit dulu,” jelas Satim.
Sedangkan jumlah rumah warga yang langganan terendam banjir di dua dusun di Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang, sebut Satim, sebanyak 667 rumah yang dihuni 2.562 jiwa atau 854 KK (Kepala Keluarga).
Lagi-lagi, Kades Karangligar Ersim mengaku bingung menanggapi perubahan jumlah, ukuran maupun pagu anggaran per unit rumah panggung buat warganya itu. “Bingung pak, mau ngomong apalagi. Kita juga jadi dilematis menghadapi masyarakat. Berubah-ubahnya begini sudah memunculkan beragam tanggapan minor dari warga,” ujarnya. (tik)