KARAWANG, TAKtik – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang mulai siap siaga menghadapi kemungkinan buruk bencana alam, terutama banjir, di tengah curah hujan yang mulai kerap turun.
“Kami terus memantau peringatan dini (yang sudah dibuat BBWS Citarum dan Prakiraan cuaca dari BMKG). Untuk.daerah langganan banjir seperti Karangligar, tenda penampung pengungsi, stok logistik hingga perahu karet dan personil evakuasi sudah disiapkan,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Karawang Usep Supriatna, Jum’at sore (5/12/2025).
Ia berharap, Karawang tidak akan pernah mengalami bencana alam dahsyat sebagaimana yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara dan beberapa daerah lainnya di Indonesia. Termasuk banjir rutin tahunan di Karangligar juga tidak terus meluas seperti tahun-tahun sebelumnya.
“Untuk memenuhi kebutuhan logistik pengungsi banjir di Karangligar, insya Allah cukup. Kami juga mau belanja lagi buat antisipasi, khawatir pada saatnya kekurangan persediaan atau stok. Yang banjir hari ini pun di Karangligar, camatnya sudah minta bantuan,” kata Usep lagi.
Sementara itu, Tim relawan dari BPBD Telukjambe Barat dan Tagana masih siaga di dusun langganan banjir Karangligar sejak pagi tadi. Mereka khawatir debit air banjir yang kini merendam 182 rumah yang dihuni 178 jiwa atau 146 KK sejak Jum’at dinihari, 5 Desember 2025, tambah meluas.
“Di kawasan industri KIIC dan di Loji, Tegalwaru sedang hujan lebat. Bahkan Sungai Cipamingkis (di hulu Sungai Cibeet) ada peningkatan debit airnya. Makanya kami tidak berani pulang dulu, takutnya warga terdampak perlu evakuasi,” ungkap Kaming yang relawan BPBD Telukjambe Barat.
Hingga berita ini jelang tayang, banjir di dusun tersebut sudah ada yang setinggi 170 centimeter, bahkan telah menggenangi akses jalan utama. Untuk kebutuhan evakuasi sudah stand bye 4 perahu karet di lokasi titik banjir. Kata Kaming, 3 dari BPBD, 1 dari Tagana. (tik)
