KARAWANG, TAKtik – Kini, Indonesia tidak butuh lagi beras impor, karena sejak tahun 2025 sudah berhasil swasembada pangan. Saat ini saja cadangan beras nasional sudah mencapai 3 juta ton.
Hal itu dinyatakan Presiden Prabowo Subianto saat panen raya di Kecamatan Cilebar, Karawang, Rabu siang, 7 Januari 2026. Direspon oleh kalangan petani, keberhasilan ini diharapkannya berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan mereka.
Setidaknya, harapan tersebut di antaranya menjaga stabilitas harga gabah. Pemerintah sendiri untuk mencapai swasembada pangan dengan mengoreksi harga pupuk bersubsidi hingga turun 20 persen selain memperbaiki jaringan irigasi dan penyaluran sarana-prasarana pertanian.
Sejak tahun kemarin, Kementerian Pertanian (Kementan) sudah membentuk 33 Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian di seluruh provinsi di Indonesia melalui Peraturan Menteri Pertanian Nomor 39 Tahun 2025.
Tujuannya, menghadirkan pendampingan teknologi pertanian secara langsung di daerah guna mendukung program swasembada pangan nasional. Secara struktural, Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian tersebut berada di bawah koordinasi Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP).
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang ikut mendampingi Presiden Prabowo menegaskan, modernisasi dan pemanfaatan teknologi merupakan kunci peningkatan produksi pangan nasional yang efisien.
“Melaui teknologi produktivitas meningkat, indeks pertanaman naik, dan biaya produksi dapat ditekan. Hal itu sebagai transformasi pertanian dari sistem tradisional menuju mekanisasi penuh,” kata Mentan Andi Amran.
Dalam rombongan Presiden Prabowo, terdapat pula Wamentan Sudaryono, Menko Pangan Zulkifli Hasan, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin dan Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Hediyati Soeharto. Sebagai tuan rumah, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi serta Bupati Karawang Aep Syaepuloh tampak menjemput rombongan. (ktr/tik)
