KARAWANG, TAKtik – Kabar mengenai rumah panggung “anti banjir” di Dusun Kampek, Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat yang terendam banjir membuat TAKtik penasaran ingin membuktikan kebenaran berita itu.
Bersama dua orang jurnalis lainnya, TAKtik turun ke lokasi rumah panggung tersebut naik perahu sama Kepala Pelaksana BPBD Karawang Usep Supriatna dan relawan BPBD Telukjambe Barat Kaming, Selasa sore, 20 Januari 2026. Karena saat itu air banjir di Dusun Kampek masih dalam sekitar 1 sampai 2 meter.
Setibanya di lokasi yang dituju, terlihat bangunan rumah panggung itu nyaris tersentuh banjir. Namun di dinding warna putih tergambar jelas di bawahnya ada warna kecoklatan seperti menggunakan warna cat yang berbeda.
“Itu yang kecoklatan bukan warna cat, tapi bekas air banjir yang menempel di dinding. Banjir sampai masuk ke dalam rumah. Karena kemarin (Senin, 19 Januari 2026) ketinggian banjir di sini mencapai 3 meter. Sedangkan tinggi rumah panggung 2,5 meter,” jelas Kaming sambil mengayuh dayung perahu.
Ia dengan sesama tim relawan yang menjemput penghuni rumah panggung untuk dievakuasi ke tempat lebih aman pada Senin malam, 19 Januari 2026, sekitar pukul 21.00 WIB. “Hari ini (Selasa, 20 Januari 2026), banjir sudah surut 1 meteran dibanding hari kemarin,” ujarnya.
Yang diketahui oleh Kaming, di Dusun Kampek baru 10 unit rumah panggung yang telah dihuni dari 24 unit yang dibangun tahun 2025 kemarin. Dari apa yang dilihat TAKtik, di antaranya belum tuntas pengerjaannya.
Kokom, salah seorang penghuni rumah panggung di Dusun Kampek mengaku bahwa banjir yang masuk ke dalam rumahnya sampai setengah meter. Alhasil, barang elektronik miliknya jadi terendam. Ia pikir rumah panggung aman dari jangkauan banjir. (tik)
