KARAWANG, TAKtik – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Karawang Wawan Setiawan memastikan bahwa tahun 2026 ini akan membangun ruang lantai II di SMPN 1 Telukjambe Barat dan SDN Karangligar 1.
Kata Wawan, ini agar setiap kali kedua sekolah itu diterjang banjir terdapat ruangan aman untuk menyimpan aset sekolah seperti laptop atau komputer, arsip hingga dokumen penting lainnya dari kerusakan.
“Insya Allah kedua sekolah itu kita bangun sekarang ruang lantai duanya,” jelas Wawan meyakinkan saat bertemu TAKtik di Gedung Paripurna DPRD Karawang, Rabu sore, 21 Januari 2026.
Diterjang banjir langganan Karangligar kali ini, 6 unit laptop milik SMPN 1 Telukjambe Barat untuk persiapan UTBK (Ujian Tulis Berbasis Komputer) siswanya yang kelas 9 rusak terendam.
“Kami tidak sempat menyelamatkan laptop-laptop itu yang disimpan di atas lemari gudang TU (Tata Usaha) karena banjir datang di hari Minggu, 18 Januari 2026. Tiba-tiba besar hingga semua area dan bangunan sekolah terendam sekitar 2,5 meter,” ungkap Wakasek Kesiswaan di SMPN tersebut, Nasam Kartawijaya, Rabu siang (21/1/2026).
Barang lainnya yang mengalami kerusakan, sebut Nasam, adalah mebeler di 17 ruang kelas yang ada, arsip guru-guru dan buku perpustakaan. Bahkan ada 2 pintu kelas jebol akibat tergerus derasnya banjir hari itu. Sampai Rabu sore, 21 Januari 2026, SMPN 1 Telukjambe Barat masih tergenang.
Para siswanya pun terpaksa belajar di rumah atau bahasa lainnya diliburkan karena tak ada ruang kelas yang bisa dipergunakan. Bahkan selama banjir, jalan akses ke sekolah ini tertutup air hingga dada orang dewasa.
Nasib serupa dialami SDN 1 Karangligar. Hanya saja di sekolah ini belum ada keterangan resmi dari pihak sekolah mengenai kerusakan asetnya. Kalau pun ada satu gedung yang dibangun dengan meninggikan pondasi sekitar 1 meter dari program revitalisasi, saat banjir belum diisi mebeler maupun perlengkapan lainnya.
Sedangkan banjir yang sempat menggenangi SDN Karangligar II di depan Kantor Kepala Desa setempat terpantau tidak terlalu parah. Gedung sekolah ini pun tergolong jarang tersentuh banjir bila bencana alam tersebut tidak besar hingga meluas ke titik-titik yang biasanya aman. (tik)
