KARAWANG, TAKtik – Buka puasa hari kedua dan sahur hari ketiga Ramadhan 1447 hijriyah bagi warga terdampak banjir Karangligar benar-benar sedang diuji kesabarannya. Mereka harus mencari sendiri kebutuhan makan minum seadanya.
Pengakuan di antara pengungsi menjelang buka puasa pada Jum’at sore, 20 Februari 2026, katanya, belum ada bantuan apapun dari pemerintah setempat untuk berbuka puasa, apalagi buat sahur. Bahkan, seperti diungkap salah seorang warga terdampak Agus Tohaeri, tak satu pun perangkat desa terlihat hadir mengurusi kebutuhan warganya di pengungsian.
“Sejak buka puasa kemarin hingga dua kali sahur, belum ada bantuan apapun dari pemerintah yang kami terima. Apakah bantuan itu sudah diturunkan di kantor desa atau belum atau seperti apa, kami tidak tahu. Yang jelas, kebutuhan berbuka puasa dan sahur kami berusaha sendiri walau apa adanya,” ungkap Agus Tohaeri.
Pengakuan lain dari warga terdampak banjir Karangligar kali ini, mereka merasa beruntung mengungsi di rumah saudaranya walau jauh dari rumah tinggalnya yang sedang terendam. “Kebutuhan buka puasa dan sahur alhamdulillah disediakan oleh saudara,” ujar Ustadz Agus yang katanya mengungsi di rumah adiknya yang dekat dengan stasiun kereta api cepat Whoosh.
Sekdes Karangligar Asep Saepul tidak tahu apakah warganya tersebut telah mendapat bantuan atau belum untuk kebutuhan berbuka puasa hari itu. Alasannya, ia sedang menjemput istrinya di Johar (di luar wilayah Desa Karangligar bahkan di wilayah Kecamatan Telukjambe Barat).
Bahkan Kades Karangligar Ersim sempat mengaku tidak ada bantuan apapun dari Pemkab Karawang. “Boro-boro pak teu menang,” akunya walau tak lama kemudian ia anulir pernyataannya dengan mengatakan bahwa bantuan dari BPBD Karawang berupa mie instan, roti dan air mineral.
Sebelumnya, relawan BPBD Telukjambe Barat Kaming sempat mengabarkan TAKtik ada turun bantuan yang diserahkan kabid OPD-nya kepada Kades Karangligar. Semua bantuan itu, kata Kades, langsung dibagikan ke pengungsi di kantor desanya. “Kalau tidak kebagian semua, ya karena jumlah bantuannya sedikit,” jelasnya.
Namun menurut Kadus Pangasinan Farman Dimas, sebenarnya masih ada sisa beras bantuan Gunernur Jabar. Saran dia, sebaiknya sisa beras itu dibagikan ke titik-titik pengungsian untuk dimasak bersama pemenuhan kebutuhan makan saat buka puasa dan sahur.
Hal senada diakui Ketua RT.01/01 Engkan bahwa dari 100 orang lebih warganya yang mengungsi butuh bantuan logistik serupa. Menanggapi hal ini, Kades Ersim punya alasan lain, jika dibagikan sekarang sisa beras itu tidak cukup. Ia berharap ada bantuan lain yang datang.
Adapun kondisi terkini banjir Karangligar, data per 21 Februari 2026 pagi, rumah yang terendam bertambah signifikan hingga 432 unit yang dihuni 1647 jiwa. Di antaranya terdapat 73 balita dan 10 bayi. Ketinggian air pun sudah di level 2 meter dan terendah 70 cm. (tik)
