KARAWANG, TAKtik – Maraknya TPS (Tempat Pembuangan Sampah) liar memperparah kompleksitas penanganan sampah di Karawang, apalagi menjelang, saat dan paska lebaran.
Oleh karenanya, Wakil Ketua Komisi III DPRD Karawang Erick Heryawan mengajak semua elemen masyarakat agar kembali ke budaya gotong royong dalam menciptakan hidup bersih, sehat dan disiplin membuang sampah rumah tangga pada tempatnya.
Diingatkan Erick, bencana banjir yang meluas di 9 kecamatan di wilayah Kabupaten Karawang pada Januari hingga Februari 2026 harus menjadi warning bagi kita semua. Selain kelestarian alam di hulu sungai yang wajib terpelihara, buang sampah sembarangan bisa pula jadi pemicu banjir.
Yaitu, terjadinya sumbatan air di drainase hingga air pun meluap menggenangi permukiman hingga fasilitas umum lainnya. Jika sudah begitu, seru Erick, semua akan merasakan susahnya.
Selain itu, kata Erick, komisinya akan terus mendorong Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Karawang lebih cepat tanggap dalam menangani permasalahan sampah. “Kami siap bantu mengalokasikan anggaran di APBD untuk menambah armada angkutan sampah,” ujarnya
Walau tidak menyebutkan data, Erick mengamini bahwa volume sampah rumah tangga, terutama di area perkotaan, makin tinggi. Sedangkan kemampuan DLHK menangani masalah ini, dinyatakannya, belum bisa diharapkan optimal selama armada angkutan sampah masih terbatas.
“Makanya penambahan armada angkutan sampah DLHK akan menjadi perhatian kami di Komisi III. Meski pun pemerintah daerah tengah melakukan efisiensi anggaran, setidaknya pengadaan armada tersebut bisa dilakukan secara bertahap,” ujar Erick.
Sedangkan solusi alternatif penanganan sampah di pelosok luar kota, Erick berpendapat, TPS3R (Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle) mesti diaktifkan di tingkat desa. Sistem itu, menurutnya, bisa menjadi strategi penting dalam penanganan sampah Karawang 2026 secara berkelanjutan. (na2/tik)
