• Iklan
  • Opini
  • Hubungi kami
TAKtik
Advertisement
  • Beranda
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Bisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Bisnis
No Result
View All Result
TAKtik
No Result
View All Result
Home Peristiwa

10 Rumah Warga Parungsari Tergerus Longsor Sungai Cibeet. Mereka Berlebaran Tanpa Tempat Tinggal?

Redaksi Taktik by Redaksi Taktik
Maret 6, 2026
in Peristiwa
0
10 Rumah Warga Parungsari Tergerus Longsor Sungai Cibeet. Mereka Berlebaran Tanpa Tempat Tinggal?

KARAWANG, TAKtik – Merayakan Hari Raya Idul Fitri 1447 hijriyah ada 10 kepala keluarga yang tinggal di pinggiran Sungai Cibeet tidak bisa lagi berlebaran di rumahnya sendiri.

Hal ini dialami warga Desa Parungsari, Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang sejak awal tahun 2026. Menurut keterangan Kades Darja Mulyana, ke sepuluh rumah warganya tersebut ambruk terbawa longsor dan arus deras air yang meluap dari Sungai Cibeet bersamaan banjir yang melanda Karangligar dan sekitarnya.

“Di antaranya malah sudah hilang tanahnya akibat longsor. Dari 10 rumah memang ada sisa yang masih belum ambruk seperti ruang depan. Namun karena sudah riskan, akhirnya dirobohkan semua sama pemiliknya,” ungkap Kades Darja.

Kini mereka tinggal sementara sama sanak saudaranya yang sama-sama di wilayah Desa Parungsari, ada pula di wilayah desa tetangga. Darja sendiri mengaku belum bisa berbuat banyak untuk menangani warganya ini selain mengajukan pembangunan rutilahu ke Dinas PRKP (Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman) Karawang

“Saya berharap tahun ini dibangun rutilahu. Dari 10 unit rumah yang tergerus longsor, 6 di antaranya terdapat di Dusun Leuwiasem RT.006/002. Yang lainnya di Dusun Parungpung RT.001/001 sebanyak 2 unit, di Dusun Rengasepuluh RT.005/002 ada 2 unit,” jelas Darja mengungkap data.

Hal lain yang dikhawatirkannya, longsoran tanggul Sungai Cibeet mulai mengarah ke badan jalan akses utama antar dusun. Jauh sebelumnya, jalan cor di Dusun Parungpung terputus hingga dialihkan ke area lebih aman dengan membuat jalan baru. “Yang sekarang pun kalau dibiarkan, ya bisa putus lagi,” keluh Darja. (tik)

Previous Post

Asep IB dari DPRD Karawang : Bidang SDA Dinas PUPR Tak Punya Anggaran Normalisasi Saluran Air Tersier Pertanian. Loh Ko?

Redaksi Taktik

Redaksi Taktik

  • Iklan
  • Opini
  • Hubungi kami

© 2023 TAKtik

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Bisnis

© 2023 TAKtik