KARAWANG, TAKtik – Hujan deras yang mengguyur di hulu Sungai Cibeet hingga Karawang dan sekitarnya sejak Sabtu, 7 Maret 2026, dua dusun langganan banjir Karangligar kembali terendam.
Luapan air dari Sungai Cibeet itu mulai masuk permukiman warga di Pangasinan dan Kampek sekitar pukul 04.00 WIB atau beberapa menit sebelum waktu imsak pada Minggu pagi, 8 Maret 2026.
Berdasar data yang dikeluarkan Pemerintahan Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat, banjir di hari ke-18 bulan suci Ramadhan 1447 hijriyah ini sudah merendam 170 rumah yang dihuni oleh 247 KK (Kepala Keluarga) atau 729 jiwa.
Sampai siang hari tadi, ketinggian air di Dusun Pangasinan RT.02/01 dan RT.03/01 sudah mencapai 170 cm. Sedangkan di RT.01/01, saat bersamaan masih di level 50 cm, seperti halnya kondisi banjir di Dusun Kampek RT.05/02.
Namun volume banjir hingga sore hari atau jelang berita ini tayang, informasi yang diperoleh TAKtik dari relawan BPBD Telukjambe Barat, Kaming, masih terus mengalami peningkatan. Bahkan saluran air sekunder yang sempat mengering, kini mulai deras dan terjadi back water.
Di antara warga terdampak banjir dari RT.02/01 dan 03/01 telah meninggalkan rumah tinggalnya sejak Minggu siang. Mereka ada yang kembali ke Aula Kantor Desa Karangligar, ada juga yang memilih di warung dan rumah terdekat yang masih aman dari terjangan banjir.
“Baru saja kami bernapas lega setelah kembali ke rumah dan mulai beraktivitas, eh ternyata banjir datang lagi. Ya mau bagaimana sudah begini kecuali hanya bisa pasrah, belajar sabar,” tutur Somad, salah seorang warga terdampak. (tik)
