KARAWANG, TAKtik – Anggota DPRD Karawang dari Fraksi Demokrat maupun PDIP, yakni Pendi Anwar dan Natala Sumedha belum mau menanggapi kinerja Bupati Aep Syaepuloh-Wakil Bupati Maslani di tahun pertama pemerintahannya, 2025 kemarin.
“Hari ini (Senin, 30 Maret 2026) kan beliau (Bupati Aep) baru memberikan laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPJ) tahun 2025. Nanti kami bahas dulu LKPJ tersebut di tingkat komisi maupun pansus. Setelah itu kami berikan tanggapan atau sikap fraksi,” ujar Pendi yang diamini Natala usai mengikuti Rapat Paripurna DPRD Karawang, pagi itu (30/3/2026).
Bupati Aep sendiri saat menyampaikan LKPJ-nya di hadapan legislator tersebut menyatakan bahwa LKPJ tahun 2025 bukanlah sekadar laporan administratif. Ini adalah ikhtiar kejujuran pemerintah daerah untuk membuka diri, dievaluasi, dikritisi dan diperbaiki.
“Pemerintahan yang kuat bukanlah pemerintahan yang tanpa kritik, melainkan pemerintahan yang mampu mendengar, menerima dan menjadikan kritik sebagai energi untuk terus berbenah,” kata Bupati Aep.
Diakuinya, dengan 14 indikator kinerja utama (IKU) sebagai tolak ukur keberhasilan pencapaian visi-misi Bupati-Wakil Bupati Karawang 2025-2029 masih 6 IKU belum mencapai target (42,8 persen). Selebihnya, 8 IKU sudah tercapai (57,2 persen).
Salah satu di antaranya misi membangun sumber daya manusia yang adaptif dan berkarakter. IKU yang belum mencapai target, aku bupati, ada di indeks kesehatan maupun indeks kesejahteraan sosial. Sedangkan yang targetnya sudah tercapai di indeks pendidikan.
Selanjutnya, bupati juga mengemukakan jika terdapat indikator makro yang mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya. Ia menyebut seperti IPM (Indeks Pembangunan Manusia) tahun 2025 menjadi 74,59 dibanding tahun 2024 di angka 73,82 (naik 1,04 persen).
Selain itu, persentase penduduk miskin katanya menurun. “Tahun 2024 mencapai 7,86. Tahun 2025 turun menjadi 7,07 atau terjadi minus 9,92 persen,” klaimnya sambil menyatakan pula bahwa tingkat pengangguran terbuka ikut berkurang dari sebelumnya 8,04, tahun kemarin (2025) tinggal 7,99 atau minus 0,62 persen. (tik)
