• Iklan
  • Opini
  • Hubungi kami
TAKtik
Advertisement
  • Beranda
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Bisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Bisnis
No Result
View All Result
TAKtik
No Result
View All Result
Home Headline

Usai Musim Haji 2026, Biaya Perjalanan Umroh (Akan) Naik? Kalangan Travel Berharap Pemerintah Hadir!

Redaksi Taktik by Redaksi Taktik
April 13, 2026
in Headline
0
Usai Musim Haji 2026, Biaya Perjalanan Umroh (Akan) Naik? Kalangan Travel Berharap Pemerintah Hadir!

KARAWANG, TAKtik – Di tengah istirahat dari kegiatan perjalanan ibadah umroh yang telah ditutup sementara oleh Kerajaan Arab Saudi hingga musim haji 2026 dinyatakan selesai, kalangan pengusaha travel umroh berharap Pemerintah Indonesia hadir membantu mereka dan jamaah dari dampak eskalasi di Timur Tengah.

Seperti dikemukakan Rafiuddin Firdaus di kantornya di Sanema Travel, Karawang, Senin sore, 13 April 2026, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Haji dan Umroh harus lebih memperkuat hubungan komunikasi dengan Kerajaan Arab Saudi dalam mengatasi dampak ekonomi global di tengah perang AS, Israel dengan Iran.

“Ekslalasi di Timur Tengah itu jelas sangat berdampak terhadap travel umroh, terutama teman-teman yang menggunakan maskapai transit seperti Qatar, Emirates, Etihad, Oman dan lain-lain. Imbasnya ke jamaah, mereka ada yang gagal berangkat bahkan ada pula yang kepulangannya sempat tertunda,” ungkap Rafiuddin.

Sedangkan dampak yang dialami travel, kata Rafiuddin, tiket pesawat, hotel dan akomodasi yang sudah dibayar tidak bisa ditarik kembali (refund), kecuali tiket pesawat. “Termasuk visa yang sudah diterbitkan juga bagaimana? Kondisi ini kami butuh pemerintah hadir,” tuturnya.

Kehadiran pemerintah yang dharapkan di antaranya adalah bagaimana ke depan Kerajaan Arab Saudi bisa memberlakukan masa visa jamaah lebih fleksibel sebagai kondisi force majeure. Selain itu, sambung Rafiuddin, kontrak akomodasi pun diperpanjang, jangan sampai hotel dan bus yang sudah dibayar jadi hangus.

“Begitu pula jamaah umroh yang bila terpaksa tertunda kepulangannya ke tanah air, itu tambah lagi living cost-nya (biaya hidup), baik penginapan maupun makannya. Maka kerugian yang diderita travel yang sempat mengalami kondisi itu sekitar 30 sampai 40 persen,” beber Rafiuddin.

Ke depan, setelah umroh dibuka lagi paska musim haji 2026, Rafiuddin sendiri di travelnya akan lebih memilih maskapai yang penerbangan pesawatnya direct ke tanah suci, tidak transit. Karena item dari biaya perjalanan umroh, dia akui, 60 persennya ada di tiket pesawat, apalagi kini avtur telah naik yang berdampak ke harga tiket pesawat lebih mahal. (tik)

Previous Post

Ada Apa (Sebenarnya) di KADIN? Kenapa Dualisme Muprov VIII Jabar Berlanjut di Mukab Karawang?

Redaksi Taktik

Redaksi Taktik

  • Iklan
  • Opini
  • Hubungi kami

© 2023 TAKtik

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Bisnis

© 2023 TAKtik