KARAWANG, TAKtik – Kas Pemkab Karawang hingga triwulan ketiga tahun anggaran 2023 sudah terisi Rp 3,4 triliun atau baru 66,88 persen dari target yang harus masuk Rp 5,1 triliun.
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Karawang Arief Bijaksana Maryugo menyebutkan, kas tersebut diperoleh dari pendapatan asli daerah (PAD) Rp 1,3 triliun atau 79,41 persen. Sedangkan target yang dipatok di angka Rp 1,6 triliun.
Termasuk sumber dari pendapatan transfer, kata Arief, masih di posisi 60,83 persen. Besarannya baru sedikit di atas Rp 2 triliun dari target Rp 2,4 triliun. Sedangkan yang berasal dari lain-lain pendapatan yang sah masih kosong alias nol rupiah. Padahal, targetnya di angka Rp 9,5 miliar.
Sedangkan realisasi belanja daerah, buka Arief, data hingga 30 September 2023 sudah digelontorkan sebesar Rp 2,9 triliun atau 53,08 persen dari rencana Rp 5,4 triliun. Pos belanja daerah ini, sambung Arief, terdiri dari belanja operasi yang disiapkan Rp 3,8 triliun baru keluar sedikit di atas Rp 2 triliun atau yang terserap 53,62 persen.
“Belanja modal dari target Rp 966,8 miliar yang terserap Rp 409,4 miliar atau 42,35 persen. Belanja tak terduga, dari Rp 30 miliar yang telah dicairkan Rp 6,8 miliar atau 22,85 persen. Serta belanja transfer baru Rp 435,2 miliar atau 67,33 persen dari target Rp 464,4 miliar,” jelas Arief mengutif data yang dikelola OPD-nya, Rabu petang (25/10/2023).
Adapun data mengenai pembiayaan, diungkap pula oleh Arief, penerimaan pembiayaan (pembiayaan netto) yang dipatok di angka Rp 354,5 miliar terealisasi Rp 600,5 miliar atau 169,41 persen. Sedangkan pengeluaran pembiayaan, data yang tertulis nol rupiah.
Dengan demikian, Arief katakan lagi, angka SiLPA (Sisa Lebih Perhitungan Anggaran) realisasinya diposisi Rp 1,1 triliun lebih. “Ini semua adalah data per 30 September 2023 atau sampai dengan triwulan ketiga tahun ini. Data hingga Oktober 2023 nanti akan disampaikan pada akhir triwulan keempat atau tutup tahun anggaran 2023,” ujarnya. (tik)