KARAWANG, TAKtik – Upaya Banggar dan Komisi IV DPRD Jawa Barat meminta tambahan alokasi anggaran untuk rumah panggung bagi warga terdampak banjir di 3 kabupaten pada APBD provinsi tahun 2026 belum mendapat respon dari pemprov.
Dikemukakan oleh anggota Banggar H. Jenal Aripin saat meninjau banjir dan pelaksanaan pembangunan rumah panggung di Dusun Kampek, Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat, Jum’at siang, 12 Desember 2025, sebenarnya masih ada ruang buat menambah alokasi itu setelah RAPBD 2026 baru saja mendapat persetujuan Mendagri.
“Komunikasi yang selama ini kami jalin intens dengan Kepala Disperkim (Dinas Perumahan dan Permukiman) Jabar, ternyata Senin kemarin (8 Desember 2025) sudah dicopot, dimutasikan ke Staf Ahli Gubernur. Penggantinya pejabat dari Purwakarta. Jadi kami di Banggar harus membangun komunikasi lagi terkait rumah panggung dari nol,” ungkap Jenal.
Namun demikian, dipertegas Jenal, ruang untuk memasukan tambahan paska evaluasi dari Mendagri pada APBD Jabar 2026 masih akan terus diupayakannya, kendati waktu tersedia sudah sangat terbatas. Yang pasti, sebut Jenal, alokasi yang telah clear masih di angka Rp 10 milyar buat Kabupaten Bekasi, Sukabumi dan Karawang.
Dalam kesempatan itu, Jenal berbagi lembaran rupiah kepada warga terdampak banjir di Dusun Kampek. “Bantuan makanan siap saji atau logistik lainnya sudah ada yang memberikan. Makanya saya ngasih uangnya saja buat nambah-nambah kebutuhan warga terdampak yang aktivitas ekonominya lagi mandeg karena banjir,” ujarnya.
Sampai berita ini jelang tayang, banjir kembali menggenangi Dusun Pangasinan dan Kampek setelah tiga hari lalu sempat surut di RT.01, 02 dan 03 Namun genangan masih tersisa di RT.04 dan 07. Paska hujan mengguyur di hulu Cibeet dan Citarum pada Kamis sore hingga malam harinya (11 Desember 2025), tak urung banjir pun datang lagi. (tik)
