KARAWANG, TAKtik – Hingga saat ini, progres pembangunan pintu dan pompa air untuk mengendalikan banjir Karangligar baru 20 persen.
Hal itu dikemukakan Kepala BBWS Citarum Marasi Deon Joubert saat mendampingi anggota DPR RI Rieke Diah Pitaloka menemui warga terdampak banjir Karangligar di tenda pengungsian, Sabtu siang (24/1/2026).
Dari target awal selesai pada September 2026, Deon siap memenuhi permintaan Rieke alias Oneng bahwa proyek yang dianggarkan APBN sebesar Rp 114 milyar itu bisa dipercepat tuntas di bulan Juli tahun ini.
Disampaikan pula oleh Direktur Bina Operasi dan Pemeliharaan Ditjen SDA Kementerian PU Adi Umar Dani, pompa dan pintu air di Cidawolong maupun Rawakonang di bibir Sungai Cibeet maupun Sungai Citarum bisa mereduksi banjir yang selama ini kerap melanda Karangligar.
Dalam kesempatan sama, Bupati Aep Syaepuloh yakin keberadaan proyek tersebut akan selesai tepat waktu. Sehingga ke depan warga Karangligar tidak lagi was-was dihantui bencana banjir rutin tahunan.
Namun demikian, sebelumnya Gubernur Dedi Mulyadi alias KDM tetap berpendapat bahwa solusi banjir Karangligar hanya bisa dilakukan dengan merelokasi warganya. Pernyataan KDM tersebut tak urung memicu pertanyaan di kalangan warga terdampak.
Di hadapan Oneng, Kokom (warga terdampak banjir Karangligar) berharap KDM tidak sekadar mengambil kesimpulan dan keputusan sendiri tanpa mengajak bicara warga setempat. Ia menyontohkan rumah panggung, ternyata tetap terendam banjir. (tik)
