KARAWANG, TAKtik – Dari tahapan seleksi calon Kepala Dinas Perhubungan (Dishub), siapa yang bernasib baik di antara mereka mendapatkan “restu” Bupati Cellica Nurrachadiana untuk lolos naik pangkat dan jabatan barunya itu?

Ini sekadar catatan TAKtik dari sisi “pengaruh politik” di antara pelamar tersebut sejak tujuh tahun terakhir yang disebut-sebut berpeluang baik. Salah satunya, Arief Bijaksana Maryugo. Beredar kabar, PNS yang pernah dipercaya bupati di masa Dadang S. Muchtar untuk mengelola keuangan Pemkab Karawang, katanya sudah disiapkan menggantikan almarhum Aip S. Chalil memimpin Dishub.

Arief yang sempat ditugaskan di era Cellica ini mengelola keuangan RSUD, sesungguhnya punya pengalaman berhitung neraca. Sedangkan pengaruh kekuatan daya tawarnya, bukan mustahil masih melekat pada Dadang Muchtar yang sosoknya secara politik tetap dipertimbangkan Cellica. Kendati urusan kepegawaian di kalangan PNS, secara normatif tidak ada kaitan apapun dalam penempatannya, apalagi bermuatan politis. Hanya, hak prerogatif bupati bisa saja ada pertimbangan lain.

Sedangkan nama Rakhmat Gunadi yang sebelumnya berdinas di Disdik Pora, merupakan salah satu dari pejabat eselon III yang terbilang cemerlang dalam menempatkan loyalitas terhadap pimpinannya sejak di era Bupati Ade Swara. Kini, perubahan politik jelang dan paska Pilkada Karawang 2015, Gunadi yang juga memimpin ormas Pemuda Pancasila di Karawang, dinilai beberapa kalangan, cukup tepat menempatkan posisi.

Alhasil, bersamaan dengan ikut turun membina tim sepakbola Persika, Gunadi kini dikenal dekat dengan Wakil Bupati Ahmad ‘Jimmy’ Zamakhsari. Kalaupun jika ada sedikit ganjalan memuluskan dirinya mendapatkan ‘restu’ Cellica untuk duduk di kursi Kepala Dishub, di dunia maya ada muncul gerakan yang mengatas namakan Jimmy kearah disiapkannya menjadi Bupati Karawang 2021-2025 dalam beberapa hari terakhir.

Bagaimana dengan Nunu Nugraha yang kini masih menjabat sekretaris Dishub? Nama ini memang terbilang sepi dari kabar kaitannya dengan isu-isu kekuatan politik di luar. Kecuali, Nunu sering mengakui di kalangan tertentu jika dirinya memiliki hubungan keluarga dengan keluarga besar Jimmy. Sebuah pertanyaan normatif seringkali muncul tatkala jelang mutasi di kalangan pejabat yang nota bene PNS. Betulkah di antara pertimbangan bupati selaku pemilik hak prerogatif ada terselip pertimbangan politiknya?

Menarik ditunggu realisasi dari hasil keputusan ini. Selain ada nama lain seperti Herry Heryadi yang pernah gugur memperoleh tiket eselon II di era bupati sebelumnya dengan isu kontroversialnya kala itu, terdapat juga nama Maman Suryaman, Sujana Ruswana, dan Jajat Kusnadi yang bisa jadi nama-nama ini yang dipilih bupati. Bisa jadi pula kabar-kabar minor yang dikait-kaitkan dengan aroma politik, sama sekali tidak berdasar saat setiap kali mutasi maupun lelang jabatan diputuskan oleh bupati. (tik)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *