• Iklan
  • Opini
  • Hubungi kami
TAKtik
Advertisement
  • Beranda
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Bisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Bisnis
No Result
View All Result
TAKtik
No Result
View All Result
Home Headline

Saleh Effendi : Tata Ruang Black Zone Belum Tersedia, Ko Izin Pengelolaan Limbah B3 Sudah Ada?

Redaksi Taktik by Redaksi Taktik
Desember 11, 2023
in Headline
0
Saleh Effendi : Tata Ruang Black Zone Belum Tersedia, Ko Izin Pengelolaan Limbah B3 Sudah Ada?

KARAWANG, TAKtik – Ko bisa izin pengelolaan limbah bahan berbahaya beracun (B3) keluar, sementara area peruntukannya atau yang disebut black zone (zona hitam) belum ada di tata ruangnya?

Pertanyaan itu terlontar dari seorang pensiunan ASN yang mantan Asda I Pemkab Karawang, Saleh Effendi, saat ia mengetahui bahwa perizinan terhadap perusahaan pengelola limbah B3 yang akan menempati area di wilayah Desa Karanganyar, Kecamatan Klari sudah ada.

“Di jaman saya dulu masih menjabat Asda I, itu ada yang minta lokasi untuk diizinkan buat mengelola limbah B3. Tapi saya tolak karena tidak ada area di wilayah Kabupaten Karawang buat itu. Acuan saya kan ke tata ruangnya dulu. Makanya saya kaget kalau tiba-tiba sekarang dibolehkan. Emang tata ruang kita sudah diubah?” heran Saleh, Senin (11/12/2023).

Ia yang akrab disapa Pepen berharap Bupati Aep Syaepuloh tegas. Selama RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah) Kabupaten Karawang belum menyiapkan plotting area untuk itu, menurutnya, ini bisa masuk kategori mal administrasi. Izin bisa dibatalkan.

“Izin pengelolaan limbah B3 di tengah plotting area belum tersedia, ini ada apa? Patut dipertanyakan. Apalagi area di Karanganyar itu tak jauh dari saluran irigasi Tarum Barat dan Tarum Timur. Belum lagi, kabarnya, limbah B3 yang akan ditampung di sana bukan hanya dari Karawang, tapi juga dari luar daerah,” sesal Pepen.

Dikemukakan pula olehnya, pada tahun 1996 dirinya pernah menawarkan solusi kepada pengelola kawasan industri agar pengelolaan limbah B3-nya di masing-masing kawasan dengan membuat black zone sendiri. Hemat Pepen, ini agar penanganannya terintegrasi dengan industri dan terkontrol ketat.

“Saran saya itu ternyata hingga kini tidak ada yang merespon. Tiba-tiba sekarang malah muncul kabar yang buat saya mengerikan. Kita harus belajar bagaimana Sungai Citarum, Cibeet dan Sungai Cilamaya yang sering menghitam dan bau menyengat airnya,” tegas Pepen.

Ia juga mewanti-wanti, “Ya silahkan saja kalau Karawang mau dikorbankan. Tapi suatu saat bisa saja ‘meledak’ (berpotensi memunculkan masalah di masyarakat dan lingkungan).”

Sambung Pepen, kajian yang katanya sudah dilakukan harus betul-betul dicermati ulang. “Jangan hanya di atas kertas, tapi yang lebih penting cek lapangan. Apalagi di tengah banyak terjadi bencana alam, diingatkan Pepen, Pemkab Karawang jangan gegabah,” tandasnya. (tik)

Previous Post

AHY ke Karawang Kampanye untuk Siapa? Cellica dan Vera Ada di Tempat yang Berbeda Sambut AHY?

Next Post

Ketua DPRD Karawang Budianto Merasa Dilangkahi Eksekutif Terkait “Izin” Black Zone? Kenapa?

Redaksi Taktik

Redaksi Taktik

Next Post
Ketua DPRD Karawang Budianto Merasa Dilangkahi Eksekutif Terkait “Izin” Black Zone? Kenapa?

Ketua DPRD Karawang Budianto Merasa Dilangkahi Eksekutif Terkait "Izin" Black Zone? Kenapa?

Stay Connected test

  • 24k Followers
  • 99 Subscribers
Plugin Install : Widget Tab Post needs JNews - View Counter to be installed
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Catatan Asep Toha : Kemendagri Larang Pemprov Jabar Ngutang? Bagaimana Nasib Defisit Rp 3,4 Triliun?

Catatan Asep Toha : Kemendagri Larang Pemprov Jabar Ngutang? Bagaimana Nasib Defisit Rp 3,4 Triliun?

Oktober 19, 2026
Usai Direnovasi, Kantor BPN Karawang Terbakar. Kenapa? Robin : Apakah Peristiwa Ini Bisa Diterima Akal Sehat? Kita Tunggu!

Usai Direnovasi, Kantor BPN Karawang Terbakar. Kenapa? Robin : Apakah Peristiwa Ini Bisa Diterima Akal Sehat? Kita Tunggu!

Oktober 15, 2026
Pemkab Karawang Punya Beban Hutang ke “Pemborong” Rp 12,9 Milyar dari Proyek Tahun 2025. Mau Dibayar di APBD-P 2026?

Pemkab Karawang Punya Beban Hutang ke “Pemborong” Rp 12,9 Milyar dari Proyek Tahun 2025. Mau Dibayar di APBD-P 2026?

Oktober 7, 2026
Realisasi APBD 2026 di Triwulan III : Pendapatan Baru Masuk 73,15 Persen, Belanja yang Dikucurkan 58,00 Persen. Lantas?

Realisasi APBD 2026 di Triwulan III : Pendapatan Baru Masuk 73,15 Persen, Belanja yang Dikucurkan 58,00 Persen. Lantas?

Oktober 6, 2026

Recent News

Catatan Asep Toha : Kemendagri Larang Pemprov Jabar Ngutang? Bagaimana Nasib Defisit Rp 3,4 Triliun?

Catatan Asep Toha : Kemendagri Larang Pemprov Jabar Ngutang? Bagaimana Nasib Defisit Rp 3,4 Triliun?

Oktober 19, 2026
Usai Direnovasi, Kantor BPN Karawang Terbakar. Kenapa? Robin : Apakah Peristiwa Ini Bisa Diterima Akal Sehat? Kita Tunggu!

Usai Direnovasi, Kantor BPN Karawang Terbakar. Kenapa? Robin : Apakah Peristiwa Ini Bisa Diterima Akal Sehat? Kita Tunggu!

Oktober 15, 2026
Pemkab Karawang Punya Beban Hutang ke “Pemborong” Rp 12,9 Milyar dari Proyek Tahun 2025. Mau Dibayar di APBD-P 2026?

Pemkab Karawang Punya Beban Hutang ke “Pemborong” Rp 12,9 Milyar dari Proyek Tahun 2025. Mau Dibayar di APBD-P 2026?

Oktober 7, 2026
Realisasi APBD 2026 di Triwulan III : Pendapatan Baru Masuk 73,15 Persen, Belanja yang Dikucurkan 58,00 Persen. Lantas?

Realisasi APBD 2026 di Triwulan III : Pendapatan Baru Masuk 73,15 Persen, Belanja yang Dikucurkan 58,00 Persen. Lantas?

Oktober 6, 2026

Follow Us

  • Iklan
  • Opini
  • Hubungi kami

© 2023 TAKtik

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Bisnis

© 2023 TAKtik