KARAWANG, TAKtik – Hujan deras di hulu Sungai Cibeet dan Citarum pada Senin malam, 4 Mei 2026, kembali membuat sejumlah permukiman di 5 desa di wilayah Kecamatan Telukjambe Barat tergenang banjir.
Informasi dari relawan BPBD Telukjambe Barat, Kaming, luapan Sungai Cibeet yang masuk ke rumah-rumah warga tersebut terjadi di Desa Karangligar, Mekarmulya, Parungsari, Mulyajaya dan sedikit di Desa Wanakerta.
“Banjir mulai datang sejak awal Mei 2026. Namun tak lama sempat surut. Hari Minggu sekitar jam 20.00 WIB datang lagi. Puncaknya jam 02.00 dinihari tadi (Selasa, 5 Mei 2026). Pagi itu langsung kami turun mengevakuasi warga terdampak,” ujar Kaming, Selasa siang (5/5/2026).
Dihubungi by phone, Kepala Pelaksana BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Karawang Usep Supriatna ternyata sedang menjalankan ibadah haji, kini berada di Madinah. Terkait penanganan lapangan, ia sudah mendelegasikan ke para relawan BPBD. Sedangkan bantuan logistik ditangani Dinas Sosial.
Adapun jumlah warga terdampak, data dari Pemerintahan Desa Karangligar menyebutkan bahwa dari 4 RT yang tergenang terdapat 160 rumah yang dihuni 696 jiwa, termasuk 2 masjid dan 1 musholla. Ketinggian banjir beragam. Terendah 30 cm, terdalam 120 cm.
Sedangkan di Desa Mekarmulya, ungkap Kades Dalim Rudyansah, 418 rumah terendam, 1.407 jiwa penghuninya telah diungsikan ke aula desanya dan ke tempat aman lainnya. Ketinggian banjir di desa ini, terutama di Dusun Mujiah, kata Dalim, antara 50 cm sampai 150 cm.
Sementara itu di wilayah Desa Mulyajaya, data yang didapat Kaming, terdapat 166 rumah dengan warga terdampaknya 332 jiwa berikut musholla dan majelis takhlim. Hanya saja, tidak ada data ketinggian banjir di desa ini. Yang di Desa Parungsari dan Wanakerta, hingga kini belum ada data yang didapat TAKtik. (tik)
