KARAWANG, TAKtik – Dari 5 desa di wilayah Kecamatan Telukjambe Barat yang terdampak banjir dari luapan Sungai Cibeet, hanya di Karangligar yang masih terendam hingga Rabu, 6 Mei 2026.
Bahkan jumlah rumah warga yang terendam bertambah dari sebelumnya hanya 372 hingga menjelang siang jadi 442 rumah. Memasuki waktu ashar mulai surut dan tersisa 277 rumah lagi yang masih terendam.
Selain itu, fasilitas umum yang langganan turut terendam banjir terdapat 3 masjid dan 3 musholla, termasuk 2 sekolah yakni SMPN 1 Telukjambe Barat serta SDN 1 Karangligar. Semua fasilitas umum ini hingga kini belum surut.
Hingga berita ini jelang tayang, ketinggian air banjir terendah 50 cm tertinggi 200 cm. Warga terdampak masih mengungsi di aula Desa Karangligar, ada yang memilih di rumah warga lainnya yang masih aman dan di rumah perangkat desa setempat.
Sejak puncak banjir masuk ke permukiman mereka, Selasa dinihari, 5 Mei 2026, Pemkab Karawang melalui BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) telah menurunkan logistik untuk kebutuhan makan pengungsi.
Logistik tersebut berupa beras sebanyak 200 kg, susu formula buat pemenuhan nutrisi balita 4 box, mie instan 20 dus, air mineral 15 dus, popok bayi 10 pcs, biskuit 1 dus, sabun mandi 1 dus, susu bayi 5 box, seragam sekolah SMA 5 pasang, delta kit 1 dus, cream obat nyamuk 2 bungkus, susu botol 6 krat serta kopi bubuk 1 dus.
“Logistik yang sudah kami terima sebenarnya belum mencukupi karena jumlah warga terdampak yang mengungsi sebanyak 1.389 jiwa. Di antaranya terdapat 70 balita dan 7 bayi. Namun setidaknya, ini dapat membantu mengurangi beban kami,” kata Ketua RW Dusun Pangasinan, Radi.
Banjir kali ini pun membuat turap tanggul sungai sekunder yang sedang dalam perbaikan oleh BBWS sejak pertengahan April 2026 mengalami jebol dan roboh di 3 titik.
Sedangkan permukiman warga di Dusun Kampek dan Dusun Pangasinan di RT.04/01 debit banjirnya bertambah. Sumbernya dari Sungai Citarum yang meluap melalui saluran air Rawakonang hingga ratusan hektar sawah di sekitarnya pun kembali tenggelam.
Terkait kondisi tersebut, Camat Telukjambe Barat Rully Sutrisna mengaku belum mendapat laporan detail atas apa yang terjadi di wilayah tugas dinasnya. Namun katanya, ia sudah meminta kepada tim relawan BPBD di lokasi-lokasi banjir agar bantuan logistik diarahkan ke titik-titik pengungsian. (tik)
