KARAWANG, TAKtik – Baru saja bisa bernapas lega, kini 267 orang warga di Dusun Pangasinan dan Kampek di wilayah Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat kembali “terusir” dari rumah tinggalnya karena lagi-lagi terendam banjir.
Dampak dari hujan yang mengguyur di hulu Sungai Cibeet dan Citarum pada Minggu siang hingga petang hari, 24 Mei 2026, lalu di Senin pagi, 25 Mei 2026, sekitar pukul 07.00 WIB, debit kedua sungai besar itu naik dan meluap ke persawahan serta masuk ke permukiman warga.
Data yang dihimpun Pemerintahan Desa Karangligar, ketinggian air hingga berita ini jelang tayang, masih di kisaran antara 40 cm sampai 70 cm. Menuru pengamatan Kaming yang relawan BPBD Telukjambe Barat, arus banjir masih naik. Jika hujan kembali turun di hulu Cibeet maupun Citarum, diperkirakannya, banjir di dua dusun langganan banjir ini berpotensi meluas.
“Kami berharap di hulu tidak turun hujan lagi. Karena warga terdampak sedang siap-siap menyambut Hari Raya Idul Adha. Saat ini kami dari tim relawan sudah stand bye di lokasi banjir bersama perangkat desa maupun unsur TNI/Polri. Dan melaporkan setiap perkembangan ke pihak berwenang,” ujar Kaming, Senin siang (25/5/2026).
Belum lama, 6 Mei 2026 banjir yang kesekian kalinya telah pula menggenangi 442 rumah yang dihuni 1.389 warga. Waktu itu, ketinggian banjir mencapai 200 cm. Biasanya melewati bulan April warga di dua dusun ini sudah “merdeka”. Namun sejak akhir tahun 2025 hingga Mei 2026, banjir masih datang berkunjung.
Bahkan dari paska banjir awal Mei 2026, genangannya masih tersisa, termasuk di jalan akses warga dari dan menuju Jalan Interchange Karawang Barat yang melewati Dusun Tegalluhur, Desa Sukamakmur, Kecamatan Telukjambe Timur. Kini, genangan banjir itu bertambah lagi. (tik)
