KARAWANG, TAKtik – Seringkali, saat terjadi kredit bermasalah atau fraud, masyarakat cenderung menyalahkan pihak perbankan, kendati fakta persidangan seringkali menunjukkan bahwa bank justru menjadi korban dari konspirasi dan manipulasi data sistematis yang dirancang oknum pengembang.
Hal itu dikemukakan Corporate Secretary BTN (Bank Tabungan Negara) Ramon Armando, menanggapi kasus Kredit Pemilikan Rumah (KPR) “bodong” yang sedang dibongkar Kejaksaan Negeri Karawang dalam beberapa hari terakhir. Katanya, kasus seperti ini harus menjadi pelajaran penting bagi masyarakat luas dalam memahami alur pengajuan KPR.
“BTN menempatkan perlindungan nasabah dan kepastian hukum kepemilikan rumah sebagai prioritas utama. Begitu ditemukan indikasi penyimpangan yang dilakukan pihak pengembang, kami langsung mengambil langkah proaktif dengan mendukung penuh aparat penegak hukum,” ujar Ramon dalam keterangan tertulisnya, akhir pekan kemarin.
Sebagai lembaga keuangan yang menjunjung tinggi integritas, sambung Ramon, BTN bergerak cepat memperkuat benteng pertahanan internalnya agar modus operandi fraud dari pihak eksternal seperti itu tidak terulang kembali.
Langkah mitigasi yang dilakukannya, sebut Ramon, di antaranya memperketat validasi data calon debitur secara berlapis, meningkatkan pengawasan dokumen kredit agar celah manipulasi tertutup serta memperketat pengawasan dan seleksi terhadap developer yang menjadi mitra kerja sama.
Dalam mengungkap kasus KPR ‘bodong’, kini, tim penyidik Kejaksaan Negeri Karawang telah menggeledah dan menyegel kantor PT Bumi Arta Sedayu di Kota Bekasi pada Jum’at malam, 22 Mei 2025. Dari sini tim penyidik berhasil mengamankan puluhan dokumen tambahan terkait dugaan penyaluran kredit fiktif perusahaan pengembang perumahan Citra Swarna Grande dan Kartika Residen di Karawang.
Selain mengamankan dokumen tambahan sebagai barang bukti, Ketua Tim Penerangan Hukum Kejari Karawang, Sigit Muharam, menyatakan bahwa dari pengungkapan kasus ini jumlah saksi bertambah dari 90 orang menjadi 104 orang. “Kami masih terus melakukan pengembangan,” bebernya. (ktr/tik)
