KARAWANG, TAKtik – Kabupaten Karawang masih kekurangan dapur MBG atau SPPG (Satuan Pelayanan Kebutuhan Gizi) sebanyak 174 unit. Karena jumlah anak didik penerima manfaat MBG dari PAUD hingga SLTA ada 847 ribu.
Sedangkan rasionalisasinya bila menjangkau target penyebaran MBG seharusnya mencapai 1.088.000-an. Dan kebutuhan ini dibagi dua. Selain sasaran anak sekolah juga balita, ibu hamil dan ibu menyusui atau istilah lain 3B.
Itu yang menjadi alasan Bupati Aep Syaepuloh mengajukan permohonan tambahan SPPG ke BGN (Badan Gizi Nasional). Di mana map dari surat berlogo Bupati Karawang ini menjadi viral saat muncul di video saat Kejaksaan Agung menggeledah rumah eks Kepala BGN Dadan Hindayana, akhir pekan kemarin.
Dijelaskannya, 1 April 2026 Aep sempat kedatangan Deputi Penindakan (BGN) ke Karawang. Hari itu dirinya diminta agar dapur SPPG harus bagus. Bahkan bila dapur SPPG-nya kurang, ia disarankan mengajukan tambahan melalui surat resmi karena portal-nya sudah ditutup.
“Kata beliau (Deputi) silahkan ajukan ke BGN sesuai aturan, mana yang menjadi skala prioritas. Maka saya perintahkan Bappeda untuk me-mapping dan melibatkan para camat agar tepat sasaran berdasarkan skala prioritas. Maka muncul 3B itu,” ungkap Aep, Senin pagi (8/6/2026).
Sambung dia, hasil mapping bahwa Karawang butuh jangkauan MBG tersebut di 12 kecamatan. Yakni, Kecamatan Karawang Barat, Karawang Timur, Klari, Telukjambe Timur, Rengasdengklok, Banyusari, Cikampek, Purwasari, Pedes, Cibuaya, Tirtajaya dan Jayakerta.
“Demi Allah, wallohi, saya mengajukan permohonan itu sesuai rule (aturan). Masa sih saya mengajukan tambahan penerima manfaat MBG ke Kementerian lain? Ya pastinya ke BGN dong. Contoh, saya mengusulkan realisasi penanganan (banjir) Karangligar kan ke Kementerian PUPR. Kan begitu. Apa yang salah? Walau pun sampai sekarang usulan ke BGN belum ada realisasinya sampai sekarang” tandas Aep.
Lebih lanjut diperjelas oleh Sekda Asep Aang Rahmatullah, surat bupati tersebut tentang penyampaian pemetaan kebutuhan SPPG. Tertulis dalam surat ini bahwa jumlah anak didik dari tingkat PAUD sampai SLTA di Kabupaten Karawang sebanyak 847 ribu. Ini rasionalisasinya 1 : 2500.
“Sedangkan existing SPPG di kita saat ini ada 221 unit. Kalau hasil pemetaan dari yang 1.088.000-an, kebutuhan Karawang sebetulnya 435 unit (SPPG). Makanya kita di sini masih kurang 174 unit lagi. Ini yang dimohonkan Pak Bupati ke BGN. Di antaranya ya buat 3B itu,” urai Aang. (tik)
