KARAWANG, TAKtik – Desa Sukaluyu, Kecamatan Telukjambe Timur bukan sekadar tempat menaruh alamat tinggal, tapi rumah besar kita, tempat anak-anak kita tumbuh, tempat kita menjemput rejeki dan tempat kita mengukir kenangan.
Pernyataan itu disampaikan Kepala Desa Sukaluyu Hj. Lina Herlina di hadapan ribuan warganya saat peringatan ulang tahun desanya ke-47 di Lapangan Mbah Pung Sayyidah, Sukaluyu, Minggu menjelang siang, 6 September 2026.
Sejak 5 tahun lalu terpilih menjadi Kades Sukaluyu, Hj. Lina didampingi suaminya H. Oma Miharja Rizki yang wakil ketua DPRD Karawang dari Fraksi Demokrat menegaskan bahwa dirinya hanya memiliki satu niat tulus ingin melihat seluruh warga Desa Sukaluyu hidup lebih layak, lebih aman dan bangga pada desanya sendiri.
Berpakaian layaknya sepasang pengantin di pelaminan bersama suaminya itu, Hj. Lina mengakui, selama ini memimpin Desa Sukaluyu bukan perjalanan mudah. Namun berkat do’a para sepuh, perangkat desa dan seluruh warganya bergotong royong, manurutnya, perubahan nyata Desa Sukaluyu sudah dirasakan bersama.
“Pembangunan gapura-gapura desa yang berdiri kokoh dan megah menjadi simbol keberwibawaan dan wajah baru Sukaluyu yang modern tanpa meninggalkan keasriannya. Keberhasilan ini bukan milik saya pribadi, tapi tetesan keringat kita bersama,” kata Hj. Lina.
Selain itu, di mata dia tidak ada sekat antara warga dusun dan warga kompleks perumahan. “Kita semua adalah satu keluarga besar dari Desa Sukaluyu. Jika ada warga yang merasa kesulitan, kewajiban kita untuk merangkulnya. Mari kita jaga terus api semangat gotong royong,” serunya.
Desa Sukaluyu sendiri, seperti dituturkan salah seorang tokoh agama setempat, Ustadz Imron, lahir tahun 1979 dari pemekaran Desa Sirnabaya sebagai desa induknya. Peringatan puncak ulang tahun ke-47 tahun ini, di antaranya diisi kegiatan karnaval warganya dengan pakaian adat Sunda dan kesenian tradisional. (adv/tik)
