KARAWANG, TAKtik – Pembangunan dua titik pintu dan pompa air pengendali banjir Karangligar di wilayah Kecamatan Telukjambe Barat, diyakini Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa, akan selesai Oktober 2026.
Kalau pun target awal adalah tuntas di bulan September ini, menurut Saan saat ditanya TAKtik, karena ada perbaikan jalan (untuk akses kendaraan berat ke lokasi pembangunan tersebut) dan hal-hal lain yang tidak dijelaskannya secara rinci.
“Yang penting tahun ini selesai. Tahun ini pas musim hujan mudah-mudahan banjir sudah bisa dikendalikan dengan baik,” tandas Saan sambil menyatakan pula bahwa progres pengerjaan proyek solusi permanen banjir Karangligar sudah mencapai sekitar 80 persen.
Bersama dengan Dirjen SDA (Sumber Daya Air) Kementerian Pekerjaan Umum Arnold Aristoteles Paplapna Ritiauw dan Kepala BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai Citarum) Bastari, kali ini Saan turun ke Karangligar yang ketiga kalinya. Pertama 6 Desember 2024, kedua 20 Nopember 2025.
Selain melihat progres pekerjaan proyek pintu dan pompa air, kehadiran Saan di Karangligar pada Jum’at siang, 18 September 2026, turut bersamanya Dirut Bulog Ahmad Rizal Ramdhani. Hari itu sekaligus ada pemberian bantuan pangan untuk desil 1 dan 4 di desa setempat maupun Desa Wanajaya, Kecamatan Telukjambe Barat.
Dalam kesempatan itu, bantuan pangan yang diserahkan Bulog ke Karangligar sebanyak 377 penerima manfaat dan Wanajaya 277 penerima manfaat. Jumlah ini, sebut Ahmad Rizal, di antara 2,3 juta lebih yang diperuntukan di wilayah Karawang-Bekasi. Sedangkan jumlah penerima manfaat di Jawa Barat, katanya, 6,3 juta lebih dari 33,2 juta penerima manfaat se-Indonesia.
Terkait proyek solusi permanen banjir Karangligar, Bupati Karawang Aep Syaepuloh menyampaikan ucapan terima kasih kepada Saan Mustopa bersama Kemen PU dan BBWS Citarum yang sudah turun membantu menanggulangi banjir rutin tahunan di desa ini.
Selain pemukiman, banjir pun merendam area persawahan seluas 300 hektaran. Sedangkan untuk mempertahankan Karawang sebagai daerah lumbung padi, kata bupati, hampir 87 hektar sawah telah terkunci di LP2B (Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan). Target produksi gabah kering panen per tahun, sebutnya, 1,45 juta ton. (tik)
