• Iklan
  • Opini
  • Hubungi kami
TAKtik
Advertisement
  • Beranda
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Bisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Bisnis
No Result
View All Result
TAKtik
No Result
View All Result
Home Headline

Pengadaan Kendaraan Operasional Desa Dibeli oleh Setiap Desa? Pilih Mereknya Diarahkan?

Redaksi Taktik by Redaksi Taktik
Maret 12, 2025
in Headline
0
Pengadaan Kendaraan Operasional Desa Dibeli oleh Setiap Desa? Pilih Mereknya Diarahkan?

KARAWANG, TAKtik – Kendati untuk pembelian sepeda motor operasional desa diserahkan ke masing-masing kepala desa (kades), namun pihak Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Karawang sudah menetapkan spesifikasi, harga dan menyebut merk tertentu.

Dikemukakan Kepala DPMD Saefulloh, pembelian kendaraan operasional itu tidak dilakukan oleh Pemkab Karawang atau DPMD, tetapi masing-masing kades. Pihaknya di DPMD hanya menyiapkan desain kendaraan agar seragam di semua desa.

“Kepala Desa itu Pejabat Pengelola Keuangan Desa. Jadi kami tidak ikut campur terkait proses pembeliannya,” ungkap Syaefulloh kepada kalangan jurnalis, Rabu (12/3/2025).

Disebutkannya pula, anggaran untuk ini Rp 35 juta (1 unit). “Dengan nominal dana sebesar itu, sepertinya jenis sepeda motornya adalah Honda PCX,” ujarnya sambil menjelaskan bahwa sumber anggarannya dari Dana Desa Bagi Hasil Pajak dan Retribusi Daerah (DBHPRD).

Di wilayah Kabupaten Karawang ada 297 desa. Mereka, para kades, diwajibkan membeli kendaraan operasional baru berupa sepeda motor. Tujuannya, kata Saefulloh, kendaraan tersebut bisa menjangkau pelosok desa yang sulit ditembus mobil.

Selanjutnya, semua sepeda motor yang telah dibeli akan diapelkan di Plaza Pemkab Karawang, April 2025 mendatang. Dengan alasan, akan diketahui desa mana yang tidak membeli.

Lalu, kapan motor itu mulai dibeli? Saefulloh bilang setelah DBHPRD tahap pertama cair pada Maret ini. Harapannya, setelah lebaran atau April 2025 kendaraan operasional desa tersebut sudah bisa digunakan melayani masyarakat.

Jika mengacu ke pagu harga Rp 35 juta, bila diarahkan ke merk tertentu seperti disebutkan Saefulloh, data yang didapat TAKtik, hanya bisa memilih varian termurah dengan harga dimulai Rp 32,67 juta. Ada varian menengahnya di harga Rp 37,35 juta.

Ada yang sejenis tanpa mengenyampingkan spesifikasi yang ditentukan DPMD, terkecuali desain sudah diarahkan, terdapat merk lain yang sama-sama produk dari ATPM Jepang. Harga di varian menengahnya yang sudah dibekali keyless dan teknologi terkininya hanya dihargai Rp 34,44 juta.

“Harga di atas bisa jadi itu harga standar. Bukan mustahil jika pembelian dilakukan serentak dengan jumlah sampai 297 unit ada diskon gede. Namun perlu kita ingatkan, perbandingan harga harus jadi pertimbangan jika semangat yang dibangun Pemkab Karawang adalah efisiensi anggaran,” respon Ridwan Alamsyah dari Kantor Hukum Alamsyah and Partner mengingatkan. (ktr/tik)

Previous Post

Rombongan Komisi III DPRD Karawang Datang ke Karangligar, Bantu Warga Terdampak Banjir?

Next Post

Kepala DPMD Saefulloh : Yang Memilih Jenis dan Merek Kendaraan Operasional Desa Para Kades

Redaksi Taktik

Redaksi Taktik

Next Post
Kepala DPMD Saefulloh : Yang Memilih Jenis dan Merek Kendaraan Operasional Desa Para Kades

Kepala DPMD Saefulloh : Yang Memilih Jenis dan Merek Kendaraan Operasional Desa Para Kades

Stay Connected test

  • 24k Followers
  • 99 Subscribers
Plugin Install : Widget Tab Post needs JNews - View Counter to be installed
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Usai Direnovasi, Kantor BPN Karawang Terbakar. Kenapa? Robin : Apakah Peristiwa Ini Bisa Diterima Akal Sehat? Kita Tunggu!

Usai Direnovasi, Kantor BPN Karawang Terbakar. Kenapa? Robin : Apakah Peristiwa Ini Bisa Diterima Akal Sehat? Kita Tunggu!

Oktober 15, 2026
Pemkab Karawang Punya Beban Hutang ke “Pemborong” Rp 12,9 Milyar dari Proyek Tahun 2025. Mau Dibayar di APBD-P 2026?

Pemkab Karawang Punya Beban Hutang ke “Pemborong” Rp 12,9 Milyar dari Proyek Tahun 2025. Mau Dibayar di APBD-P 2026?

Oktober 7, 2026
Realisasi APBD 2026 di Triwulan III : Pendapatan Baru Masuk 73,15 Persen, Belanja yang Dikucurkan 58,00 Persen. Lantas?

Realisasi APBD 2026 di Triwulan III : Pendapatan Baru Masuk 73,15 Persen, Belanja yang Dikucurkan 58,00 Persen. Lantas?

Oktober 6, 2026
APBD Perubahan 2026 : Angka Belanja Barang dan Jasa Ditambah Rp 38,7 Milyar. Bagaimana dengan Pendapatan?

APBD Perubahan 2026 : Angka Belanja Barang dan Jasa Ditambah Rp 38,7 Milyar. Bagaimana dengan Pendapatan?

Oktober 1, 2026

Recent News

Usai Direnovasi, Kantor BPN Karawang Terbakar. Kenapa? Robin : Apakah Peristiwa Ini Bisa Diterima Akal Sehat? Kita Tunggu!

Usai Direnovasi, Kantor BPN Karawang Terbakar. Kenapa? Robin : Apakah Peristiwa Ini Bisa Diterima Akal Sehat? Kita Tunggu!

Oktober 15, 2026
Pemkab Karawang Punya Beban Hutang ke “Pemborong” Rp 12,9 Milyar dari Proyek Tahun 2025. Mau Dibayar di APBD-P 2026?

Pemkab Karawang Punya Beban Hutang ke “Pemborong” Rp 12,9 Milyar dari Proyek Tahun 2025. Mau Dibayar di APBD-P 2026?

Oktober 7, 2026
Realisasi APBD 2026 di Triwulan III : Pendapatan Baru Masuk 73,15 Persen, Belanja yang Dikucurkan 58,00 Persen. Lantas?

Realisasi APBD 2026 di Triwulan III : Pendapatan Baru Masuk 73,15 Persen, Belanja yang Dikucurkan 58,00 Persen. Lantas?

Oktober 6, 2026
APBD Perubahan 2026 : Angka Belanja Barang dan Jasa Ditambah Rp 38,7 Milyar. Bagaimana dengan Pendapatan?

APBD Perubahan 2026 : Angka Belanja Barang dan Jasa Ditambah Rp 38,7 Milyar. Bagaimana dengan Pendapatan?

Oktober 1, 2026

Follow Us

  • Iklan
  • Opini
  • Hubungi kami

© 2023 TAKtik

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Bisnis

© 2023 TAKtik