KARAWANG, TAKtik – Walau baru sementara, penutupan tempat hiburan malam Helen’s Night Mart mendapat apresiasi Kepala Kantor Kemenag Karawang H. Sopian. Diharapkannya, kasus serupa tidak terulang di daerah ini.
“Terus terang kami juga kaget ketika muncul video viral pesta gaya ada di Karawang. Kalau dibiarkan jelas merusak bahkan bisa menjadi bencana. Kami apresiasi langkah Pak Bupati melalui Satpol PP, termasuk pihak dari kepolisian di sini yang cepat tanggap,” ujar Sopian, Selasa siang (9/6/2026).
Selain itu, kabar mengenai reaksi publik yang sudah melakukan koordinasi dengan MUI (Majelis Ulama Indonesia) Karawang terkait menyikapi pesta gay tersebut, Sopian juga merespon positif. Namun ia pun berharap, kondusifitas tetap diutamakan. Artinya, tandas Sopian, nahi munkar harus sejalan dengan prinsip ahlakul karimah.
“Selama ini kami di Kantor Kemenag intens melakukan pembinaan pendidikan agama di setiap wilayah kecamatan, baik di madrasah maupun pondok pesantren. Apalagi kabar minor oknum di pesantren di daerah lain yang sempat viral, ini tantangan kami untuk terus membangun silaturahmi dengan kalangan kyai agar hal itu tidak terjadi di Karawang,” kata Sopian.
Kini, ketika tiba-tiba muncul berita menghebohkan tentang pesta gay yang terjadi di sebuah THM di Karawang, Sopian sangat menyesalkannya. Ia mengamini, jika peristiwa tak bermoral itu tanpa tindakan tegas pihak berwajib masa depan moralitas generasi Karawang bakal hancur.
“Sehebat apapun pendidikan agama yang kita tanamkan ke generasi masa depan, ketika lingkungan mendidik hidup permisif, sangat berat kita berharap kehidupan mereka akan baik. Ini tugas kita bersama bagaimana menyelamatkan mereka dari racun kehidupan yang amoral,” tandas Sopian. (tik)
