KARAWANG, TAKtik – Sejak berubah fungsi menjadi tempat hiburan malam, bekas bioskop Karawang Theatre sudah mengundang reaksi publik. Apalagi dalam beberapa hari terakhir muncul video pesta kaum gay yang diduga digelar di tempat ini, kecaman dari berbagai kalangan kembali marak.
Rencana aksi massa pun bergulir. Mereka menuntut Pemkab Karawang tidak sekadar menutup aktivitas THM ini yang diketahui publik bernama Helen’s Night Mart hanya sementara, tapi meminta ditutup permanen. Bahkan Wakil Ketua DPRD Karawang H. Oma Miharja Rizki ikut berang. Dengan tegas ia mengatakan, tak ada alasan lain kecuali ditutup permanen.
“Karawang ini bukan kota metropolis. Apalagi warganya masih menjunjung tinggi norma-norma agama. Jangan dikotori oleh hal-hal yang bertentangan dengan nilai-nilai religius. Saya juga mendengar kabar, pemilik atau pengelola tempat itu orang luar. Tolong jangan merusak generasi anak bangsa di Karawang,” seru Oma mengingatkan.
Dipertegasnya, ketika tempat hiburan malam sudah berani menggelar pesta kaum gay alias aksi homoseksual, itu berarti ada pihak yang secara terang-terangan melawan etika dan norma masyarakat selain berani melawan hukum. Oleh karenanya, Oma sangat memahami begitu video pesta gay itu muncul di medsos menyulut reaksi publik.
“Dari awal saja ketika tempat itu (gedung bekas Karawang Theatre) mau dijadikan THM (Tempat Hiburan Malam), publik di Karawang sudah bereaksi menolak. Eh, tiba-tiba malah muncul video aksi yang membuat publik di sini makin geram. Jelas lah masyarakat kita merasa dilecehkan. Maka saya minta pihak berwajib cepat ambil tindakan tegas. Saya setuju THM itu ditutup permanen,” tandas Oma. (tik)
