KARAWANG, TAKtik – Dampak dari pemadaman listrik bergilir di Karawang sejak dua hari terakhir berpengaruh terhadap terganggunya pasokan air bersih Perumdam Tirta Tarum.
Diamini Bupati Aep Syaepuloh, ini karena perusahaan umum daerah air minum milik Pemkab Karawang belum memiliki genset sebagai pengganti tenaga listrik yang dipasok PLN untuk memompa air ke rumah-rumah pelanggan.
Kata Aep, Perumdam (dulu namanya PDAM) bukannya gak mau beli genset. Namun alokasi anggaran di APBD 2026 yang telah ditetapkan bersama-sama dengan DPRD Karawang baru Rp 22 milyar dulu (tanpa menjelaskan apakah itu penyertaan modal atau apa).
Hanya saja, Aep mengatakan bahwa TKD (Transfer ke Daerah) dari Pemerintah Pusat pada tahun ini tidak ada. Di sisi lain, kebutuhan sektot lain yang menjadi prioritas utama seperti pendidikan, kesehatan, ekonomi dan infrastruktur masih perlu penanganan serius.
“Perumdam juga penting. Bismillah, tahun depan kita bisa support,” ujar Aep usai mengikuti rapat paripurna di DPRD Karawang, Kamis sore, 11 Juni 2026.
Selain itu, naiknya harga BBM walau yang non subsidi maupun kurs rupiah terhadap US dollar sedang anjlok, Aep yakin tidak akan terlalu berdampak terhadap kebutuhan matrial pembangunan yang telah dianggarkan pada tahun anggaran 2026.
“Dinas PUPR, PRKP dan dinas lainnya sudah berhasil me-review kondisi itu. Sudah dihitung semua. Insya Allah apa yang telah disiapkan berjalan dengan baik. Hari ini US dollar juga turun jadi Rp 17.800-an,” respon Aep lagi menjawab pertanyaan TAKtik. (tik)
