KARAWANG, TAKtik – Kini, listrik sering padam di beberapa titik wilayah di Karawang. Ini membuat pelanggan di kelas rumah tangga “berteriak” di media sosial. Menurutnya, pemadaman ini banyak yang tidak tahu sebelumnya.
“Sebelum padam, kami tidak pernah tahu di mana pemberitahuan dari PLN itu. Yang jadi pertanyaan lain, jika ada, paling hanya sebatas kata maaf. Padahal, apabila pelanggan listrik telat bayar tanpa kompromi langsung diputus. Atau habis token ya mati tuh listrik,” ketus Asep Agustian, Kamis sore (18/6/2026).
Lebih lanjut menurut praktisi hukum yang Ketua Peradi Karawang ini, posisi pelanggan (konsumen listrik) selalu lemah. Padahal, tandasnya, pelanggan dirugikan tatkala listrik mati sampai berjam-jam. Bahkan bagi warga yang kebutuhan air bersihnya oleh PDAM juga ikut terganggu.
“Harusnya ada punishmen yang seimbang antara produsen dan konsumen. Artinya, begitu pelanggan dirugikan, ya pihak PLN mesti memberikan ganti rugi, minimal ada diskon tarif yang dihitung berdasarkan waktu selama listrik padam,” ujar Asep yang biasa akrab disapa Askun.
Terkait hal ini, Humas PLN UP3 Karawang Wahyu Nur kepada kalangan jurnalis mengaku telah menyebarkan pemberitahuan akan adanya pemadaman listrik secara bergilir tersebut. Namun tidak dijelaskan rinci pemberitahuannya melalui media apa.
Adapun alasan pemadaman bergilir, kata Wahyu, karena ada pengaturan beban listrik yang dilakukan dari (PLN) pusat. Informasi lain yang diperoleh TAKtik menyebutkan bahwa pemadaman listrik secara bergilir di waktu beban puncak kabarnya disebabkan oleh gangguan operasional pada sistem pembangkit listrik besar (PLTGU Jawa 1). (ktr/tik)
