KARAWANG, TAKtik – Jajaran pegawai Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Karawang tetap harus hormat terhadap seniornya yang sudah pensiun. Karena para purna bakti itu telah berjasa puluhan tahun dalam mengabdi kepada bangsa dan Negara.
Hal itu disampaikan Kepala Kantor Kemenag Karawang H. Sopian saat melepas 26 orang purna bakti di lingkungan kantor dinasnya, Jum’at pagi, 31 Juli 2026. “Mereka meninggalkan kantor ini secara kedinasan. Tapi silaturahmi tetap berjalan,” serunya.
Sambung Sopian, ketika di antara senior-seniornya itu ada yang datang berkunjung ke Kantor Kemenag atau bertemu di mana saja, mereka wajib dimuliakan dan disambut baik. Jangan hanya karena telah pensiun, tegas Sopian, mereka tidak boleh diacuhkan.
“Kita adalah keluarga besar. Silaturahmi harus dijunjung tinggi. Kegiatan pelepasan purna bakti hari ini bukan karena ada pejabat atau eselon IV yang pensiun. Saya tidak melihat itu. Staf sekalipun yang pensiun akan saya lakukan hal sama,” tandas Sopian.
Dikatakannya pula, setiap hari ia memberi ucapan ultah bagi seluruh pegawainya di lingkungan Kantor Kemenag Karawang merupakan inisiasi dirinya. Menurutnya, ini agar semua pegawai saling memahami bahwa di kantornya tidak ada sekat atasan-bawahan, semua punya tanggungjawab yang sama sebagai abdi Negara yang mesti saling memuliakan.
Dari 26 ASN di Kantor Kemenag Karawang yang telah masuk masa purna bakti alias pensiun, yaitu 1 orang pejabat eselon IV, pengawas madrasah 4 orang, pengawas PAI (Pendidikan Agama Islam) 1 orang, guru 17 orang, penghulu, penyuluh dan pelaksana masing-masing 1 orang.
Bahkan dengan gaya khasnya berkelakar, Sopian mengatakan, ada di antara 26 orang yang pensiun dilepas setengah hari sebelum masa pensiunnya tiba. “Mohon ijin yang pensiun tanggal 1 Agustus 2026 ikut dilepas pagi ini. Artinya mendahului setengah hari. Karena kalau tidak sekarang, nanti acara pelepasannya lama lagi,” selorohnya. (tik)
