• Iklan
  • Opini
  • Hubungi kami
TAKtik
Advertisement
  • Beranda
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Bisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Bisnis
No Result
View All Result
TAKtik
No Result
View All Result
Home Ekonomi

TKD dari Pusat dan DBH dari Jabar Belum Jelas, Belanja Daerah Terancam Terpangkas Rp 9,9 Milyar. Apa Respon DPRD Karawang?

Redaksi Taktik by Redaksi Taktik
Agustus 26, 2026
in Ekonomi
0
TKD dari Pusat dan DBH dari Jabar Belum Jelas, Belanja Daerah Terancam Terpangkas Rp 9,9 Milyar. Apa Respon DPRD Karawang?

KARAWANG, TAKtik – Di tengah belum ada kepastian penerimaan pendapatan dari APBN melalui TKD (Transfer ke Daerah), Bankeu (Bantuan Keuangan) dari APBD Jawa Barat pun dalam kondisi yang sama untuk Karawang maupun daerah lainnya.

Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Karawang Natala Sumedha mengungkapkan kekhawatiran itu tatkala tidak ada Perubahan APBN 2026 dan angka defisit menuju Perubahan APBD Jawa Barat sangat tinggi di angka Rp 5,9 triliun.

“Berarti (kalau begitu kondisi keuangan di Pemprov Jabar), DBH (Dana Bagi Hasil) kurang salur dari provinsi buat kabupaten/kota moal cair meureun (tidak akan cair dong) ya?” respon Natala menanggapi problem keuangan pemerintah tersebut kepada TAKtik, Rabu petang (26/8/2026).

Ia mengingatkan eksekutif di Pemkab Karawang harus serius bekerja, jangan sampai pendapatan tidak naik tapi belanja tiap tahun naik terus. “Meski dipikirkan skala prioritas pencapaian RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah),” serunya.

Dan saat ini, kata Natala, Banggar bersama TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah) sedang membahas perubahan (anggaran) yang masih defisit karena DBH dari pusat dan provinsi kurang salur juga belum jelas.

“Belum lagi kejelasan masalah implementasi desil 1 sampai dengan 10 akan sangat memengaruhi posisi anggaran karena dampaknya terhadap pelayanan kesehatan dan lain-lain. Ditambah alokasi gaji PPPK yg dibebankan kepada kabupaten/kota,” wanti-wanti Natala.

Seperti sempat dikemukakan Bupati Aep Syaepuloh, untuk Perubahan APBD Karawang 2026 target pendapatannya diturunkan Rp 116,7 milyar atau 2,17 persen dari APBD Murni 2026 yang dipatok di angka Rp 5,3 triliun. Sehingga kas daerah di Perubahan APBD tahun ini hanya diproyeksikan Rp 5,2 triliun.

Tidak dipungkiri Bupati Aep bahwa ini implikasi dari penyesuaian TKD dan Bantuan Keuangan Provinsi Jawa Barat. Dampaknya pun, ungkapnya, berimbas kepada rencana turunnya belanja daerah hingga sebesar Rp 9,9 milyar atau 0,17 persen. (tik)

Previous Post

H. Jenal dari DPRD Jabar : Defisit APBD Provinsi Ini Rp 5,9 Triliun. Rencana Pinjam ke KemenKeu Belum Direkom Legislatif? Lalu?

Next Post

Mau Bentuk Holding, Pemprov Jabar Minta Modal Rp 500 Milyar. Peruntukannya Belum Jelas?

Redaksi Taktik

Redaksi Taktik

Next Post
Mau Bentuk Holding, Pemprov Jabar Minta Modal Rp 500 Milyar. Peruntukannya Belum Jelas?

Mau Bentuk Holding, Pemprov Jabar Minta Modal Rp 500 Milyar. Peruntukannya Belum Jelas?

  • Iklan
  • Opini
  • Hubungi kami

© 2023 TAKtik

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Bisnis

© 2023 TAKtik