KARAWANG, TAKtik – Narmi (44), buruh migran asal Desa Mekarmulya RT.006/003, Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang, hingga kini belum diketahui alamat tempatnya bekerja di Arab Saudi.
Untuk memastikan di mana keberadaan Narmi yang sudah 18 tahun lost kontak dengan keluarganya di tanah air, pihak Kementerian Luar Negeri (Kemenlu RI) harus menunggu perpanjangan paspor dan visa yang bersangkutan di Kedubes RI di negara tersebut.
“Sementara baru itu informasi yang kami terima dari Kemenlu RI di Jakarta. Ini setelah kami ke sana (Jakarta) bersama perwakilan keluarga Narmi dan kadesnya,” jelas Kepala Disnakertrans Karawang Rosmalia Dewi, akhir pekan kemarin.
Kabar lain yang disampaikan pihak Kemenlu RI, sambung Rosmalia, paspor dan visa Narmi akan berakhir tahun 2027. Ia berharap, tahun depan itu Narmi bisa datang ke Kedubes RI di Arab Saudi untuk memperpanjangnya sehingga bisa diketahui alamat tinggal atau tempatnya bekerja.
“Hanya saja, waktu Narmi memperpanjang paspor dan visanya pada tahun 2022, data dari pihak Kedubes RI di Arab Saudi, katanya dokumen miliknya tersebut tidak diambil yang bersangkutan. Makanya Narmi belum bisa ditanya di mana alamat tinggalnya di sana (Arab Saudi),” beber Rosmalia.
Kendati sempat menghubungi keponakannya yang di Karawang via voice mail inbox FB, 16 Oktober 2026, alamat yang disampaikan Narmi, kata Rosmalia, tidak jelas setelah dicross check pihak Kemenlu RI. Tidak hanya itu, selain nomor kontak temannya sesama TKW yang sempat dipinjam Narmi, FB-nya pun tidak aktif lagi dan sulit diakses.
“Ya itu tadi. Sekarang kita tinggal nunggu Narmi memperpanjang paspor dan visanya. Mudah-mudah ia bisa datang ke kantor Kedubes kita di Arab Saudi. Dari sana bisa ditanya alamat berikut data majikannya, lalu diproses untuk dipulangkan ke tanah air,” pungkas Rosmalia.
Dari keterangan Dewi (keponakannya), beberapa tahun lalu, Narmi sempat diupayakan untuk dipulangkan. Namun, kala itu, Narmi menolak tanpa alasan jelas. Dan baru memberi kabar lagi tanggal 16 Oktober 2026.
“Dia (Narmi) ngasih kabar ke keluarga di sini secara diam-diam melalui hp temennya sesama TKW. Dia ternyata dalam tekanan majikannya. Kami baru tahu kalau sebenarnya dia mau pulang ke Indonesia,” ungkap Dewi. (tik)



