• Iklan
  • Opini
  • Hubungi kami
TAKtik
Advertisement
  • Beranda
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Bisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Bisnis
No Result
View All Result
TAKtik
No Result
View All Result
Home Peristiwa

Inikah di Balik Tertundanya Pelaksanaan Pembangunan Megaproyek Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung?

2nearly4u1970 by 2nearly4u1970
Juli 3, 2018
in Peristiwa
0
Inikah di Balik Tertundanya Pelaksanaan Pembangunan Megaproyek Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung?

KARAWANG, TAKtik – Sempat digugat oleh lima perusahan industri di Karawang, proyek pembangunan jalur kereta api cepat akhirnya mengalami penundaan. Sehingga target untuk bisa tuntas pengerjaannya pada tahun 2019 bisa mundur hingga 2021.

Hal itu dikemukakan Kepala Bappeda (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah) Karawang, Eka Sanatha. Diketahuinya, gugatan tersebut dilayangkan pihak pengusaha industri ke Pengadilan Negeri setempat karena ganti rugi yang dijanjikan pemerintah dianggap tidak sesuai.

“Kita dapat kabar dari pemerintah pusat jika pembangunan kereta api cepat mengalami reschedule. Katanya, proses pembebasan lahan belum selesai seluruhnya. Ini kesempatan buat kita di pemerintah daerah mengajukan permohonan kepada PT. KCIC (Kereta Cepat Indonesia China) agar mereka memperhatikan daya resapan air di sepanjang jalur kereta api itu. Ini guna menangkal resiko banjir lebih besar di Karawang,” kata Eka, Selasa (3/7/2018).

Kelima perusahaan industri di Karawang yang mengajukan gugatan terkait hal ini adalah PT. Gajah Tunggal, PT. Pertiwi Lestari, PT. Karawang Cipta Persada, PT. Industri Ceres, dan PT. Batuah Bautung Karawang Prima Land. Kabar yang diterima kalangan awak media, majelis hakim Pengadilan Negeri Karawang dalam amar putusannya menolak gugatan tersebut. (tim/tik)

Previous Post

Khoerudin ‘Diancam’ PAW oleh PKB dari Keanggotaannya di DPRD Karawang?

Next Post

Bocah Perkosa Bocah? Ada Apa dengan Kita dan Lingkungan?

2nearly4u1970

2nearly4u1970

Next Post
Bocah Perkosa Bocah? Ada Apa dengan Kita dan Lingkungan?

Bocah Perkosa Bocah? Ada Apa dengan Kita dan Lingkungan?

Stay Connected test

  • 24k Followers
  • 99 Subscribers
Plugin Install : Widget Tab Post needs JNews - View Counter to be installed
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Catatan Asep Toha : Kemendagri Larang Pemprov Jabar Ngutang? Bagaimana Nasib Defisit Rp 3,4 Triliun?

Catatan Asep Toha : Kemendagri Larang Pemprov Jabar Ngutang? Bagaimana Nasib Defisit Rp 3,4 Triliun?

Oktober 19, 2026
Usai Direnovasi, Kantor BPN Karawang Terbakar. Kenapa? Robin : Apakah Peristiwa Ini Bisa Diterima Akal Sehat? Kita Tunggu!

Usai Direnovasi, Kantor BPN Karawang Terbakar. Kenapa? Robin : Apakah Peristiwa Ini Bisa Diterima Akal Sehat? Kita Tunggu!

Oktober 15, 2026
Pemkab Karawang Punya Beban Hutang ke “Pemborong” Rp 12,9 Milyar dari Proyek Tahun 2025. Mau Dibayar di APBD-P 2026?

Pemkab Karawang Punya Beban Hutang ke “Pemborong” Rp 12,9 Milyar dari Proyek Tahun 2025. Mau Dibayar di APBD-P 2026?

Oktober 7, 2026
Realisasi APBD 2026 di Triwulan III : Pendapatan Baru Masuk 73,15 Persen, Belanja yang Dikucurkan 58,00 Persen. Lantas?

Realisasi APBD 2026 di Triwulan III : Pendapatan Baru Masuk 73,15 Persen, Belanja yang Dikucurkan 58,00 Persen. Lantas?

Oktober 6, 2026

Recent News

Catatan Asep Toha : Kemendagri Larang Pemprov Jabar Ngutang? Bagaimana Nasib Defisit Rp 3,4 Triliun?

Catatan Asep Toha : Kemendagri Larang Pemprov Jabar Ngutang? Bagaimana Nasib Defisit Rp 3,4 Triliun?

Oktober 19, 2026
Usai Direnovasi, Kantor BPN Karawang Terbakar. Kenapa? Robin : Apakah Peristiwa Ini Bisa Diterima Akal Sehat? Kita Tunggu!

Usai Direnovasi, Kantor BPN Karawang Terbakar. Kenapa? Robin : Apakah Peristiwa Ini Bisa Diterima Akal Sehat? Kita Tunggu!

Oktober 15, 2026
Pemkab Karawang Punya Beban Hutang ke “Pemborong” Rp 12,9 Milyar dari Proyek Tahun 2025. Mau Dibayar di APBD-P 2026?

Pemkab Karawang Punya Beban Hutang ke “Pemborong” Rp 12,9 Milyar dari Proyek Tahun 2025. Mau Dibayar di APBD-P 2026?

Oktober 7, 2026
Realisasi APBD 2026 di Triwulan III : Pendapatan Baru Masuk 73,15 Persen, Belanja yang Dikucurkan 58,00 Persen. Lantas?

Realisasi APBD 2026 di Triwulan III : Pendapatan Baru Masuk 73,15 Persen, Belanja yang Dikucurkan 58,00 Persen. Lantas?

Oktober 6, 2026

Follow Us

  • Iklan
  • Opini
  • Hubungi kami

© 2023 TAKtik

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Bisnis

© 2023 TAKtik