• Iklan
  • Opini
  • Hubungi kami
TAKtik
Advertisement
  • Beranda
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Bisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Bisnis
No Result
View All Result
TAKtik
No Result
View All Result
Home Peristiwa

Simpay Ki Sunda : Politik untuk Kebudayaan, Bukan Kebudayaan untuk Politik

2nearly4u1970 by 2nearly4u1970
November 25, 2018
in Peristiwa
0
Simpay Ki Sunda : Politik untuk Kebudayaan, Bukan Kebudayaan untuk Politik

KARAWANG, TAKtik – Dari sebelas desa yang sudah disinggahi ‘Simpay Ki Sunda’ sang pupuhu Sukur Mulyono menyampaikan pesan, politik untuk kebudayaan bukan kebudayaan untuk politik. Oleh karenanya, seni tradisional orang Jawa Barat ini harus tetap melahirkan regenerasi di tengah budaya dan peradaban global tanpa batas.

“Beruntung, kendati perkembangan teknologi yang makin pesat hingga memudahkan masyarakat mengakses dunia luar, budaya warisan leluhur kita masih ada yang intens memupuk serta memeliharanya. Namun kita juga tidak lantas cukup diam dengan komitmen kaum pelestari budaya ini. Sebagai bagian dari orang Sunda, saatnya kita turun bersama mereka ikut ngamumule,” kata Mulyono.

Setelah menghadirkan suguhan ‘Simpay Ki Sunda’ ke sebelas itu di Dusun Mekarsari, Desa Kalangsari, Kecamatan Rengasdengklok, Sabtu malam (24/11/2018), Mulyono dan rombongan menargetkan akan terus berkeliling ke semua desa di wilayah Kabupaten Karawang. Nota bene sebagai pimpinan Partai Golkar di daerah ini, Mulyono pertegas, berpolitik untuk mempertahankan budaya lebih bermartabat dan bermanfaat dibanding berbudaya hanya untuk politik.

“Terlalu naif jika seni budaya luhur cuma dijadikan alat dari target politik. Justru yang mesti kita kedepankan adalah politik dijadikan sarana untuk mempertahankan sekaligus melahirkan regenerasi pelestari budaya itu sendiri. Sehingga nilai-nilai kebudayaan punya akar kuat sebagai identitas ke-Indonesia-an. Bukan sebaliknya, kita menjadi orang yang meninggalkan identitas akibat terjebak budaya global tanpa sadar. Di sinilah kekuatan politik harus menjadi pelindung,” tandas Mulyono. (tik)

Previous Post

Gubernur Jabar Lebih Fokus Tangani Banjir di Bandung?

Next Post

Bisakah Pemilu 2019 Bersih dari Politik Uang?

2nearly4u1970

2nearly4u1970

Next Post
Bisakah Pemilu 2019 Bersih dari Politik Uang?

Bisakah Pemilu 2019 Bersih dari Politik Uang?

Stay Connected test

  • 24k Followers
  • 99 Subscribers
Plugin Install : Widget Tab Post needs JNews - View Counter to be installed
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Catatan Asep Toha : Kemendagri Larang Pemprov Jabar Ngutang? Bagaimana Nasib Defisit Rp 3,4 Triliun?

Catatan Asep Toha : Kemendagri Larang Pemprov Jabar Ngutang? Bagaimana Nasib Defisit Rp 3,4 Triliun?

Oktober 19, 2026
Usai Direnovasi, Kantor BPN Karawang Terbakar. Kenapa? Robin : Apakah Peristiwa Ini Bisa Diterima Akal Sehat? Kita Tunggu!

Usai Direnovasi, Kantor BPN Karawang Terbakar. Kenapa? Robin : Apakah Peristiwa Ini Bisa Diterima Akal Sehat? Kita Tunggu!

Oktober 15, 2026
Pemkab Karawang Punya Beban Hutang ke “Pemborong” Rp 12,9 Milyar dari Proyek Tahun 2025. Mau Dibayar di APBD-P 2026?

Pemkab Karawang Punya Beban Hutang ke “Pemborong” Rp 12,9 Milyar dari Proyek Tahun 2025. Mau Dibayar di APBD-P 2026?

Oktober 7, 2026
Realisasi APBD 2026 di Triwulan III : Pendapatan Baru Masuk 73,15 Persen, Belanja yang Dikucurkan 58,00 Persen. Lantas?

Realisasi APBD 2026 di Triwulan III : Pendapatan Baru Masuk 73,15 Persen, Belanja yang Dikucurkan 58,00 Persen. Lantas?

Oktober 6, 2026

Recent News

Catatan Asep Toha : Kemendagri Larang Pemprov Jabar Ngutang? Bagaimana Nasib Defisit Rp 3,4 Triliun?

Catatan Asep Toha : Kemendagri Larang Pemprov Jabar Ngutang? Bagaimana Nasib Defisit Rp 3,4 Triliun?

Oktober 19, 2026
Usai Direnovasi, Kantor BPN Karawang Terbakar. Kenapa? Robin : Apakah Peristiwa Ini Bisa Diterima Akal Sehat? Kita Tunggu!

Usai Direnovasi, Kantor BPN Karawang Terbakar. Kenapa? Robin : Apakah Peristiwa Ini Bisa Diterima Akal Sehat? Kita Tunggu!

Oktober 15, 2026
Pemkab Karawang Punya Beban Hutang ke “Pemborong” Rp 12,9 Milyar dari Proyek Tahun 2025. Mau Dibayar di APBD-P 2026?

Pemkab Karawang Punya Beban Hutang ke “Pemborong” Rp 12,9 Milyar dari Proyek Tahun 2025. Mau Dibayar di APBD-P 2026?

Oktober 7, 2026
Realisasi APBD 2026 di Triwulan III : Pendapatan Baru Masuk 73,15 Persen, Belanja yang Dikucurkan 58,00 Persen. Lantas?

Realisasi APBD 2026 di Triwulan III : Pendapatan Baru Masuk 73,15 Persen, Belanja yang Dikucurkan 58,00 Persen. Lantas?

Oktober 6, 2026

Follow Us

  • Iklan
  • Opini
  • Hubungi kami

© 2023 TAKtik

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Bisnis

© 2023 TAKtik