• Iklan
  • Opini
  • Hubungi kami
TAKtik
Advertisement
  • Beranda
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Bisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Bisnis
No Result
View All Result
TAKtik
No Result
View All Result
Home Politik

Menakar Parpol Pilihan (Baru) Cellica. PKS atau NasDem?

Redaksi Taktik by Redaksi Taktik
Agustus 19, 2022
in Politik
0

KARAWANG, TAKtik – Walau sementara hingga saat ini, kenapa Cellica Nurrachadiana lebih mendahulukan sowan ke PKS dan NasDem? Adakah bidikannya ke arah Pilkada Jawa Barat 2024? Padahal Demokrat sendiri sudah menawarkan dirinya termasuk di antara kader yang bakal diusung?

Seperti diberitakan TAKtik sebelumnya, menanggapi tawaran Demokrat tersebut, Cellica secara implisit mengatakan, politik itu unpredictable, susah diprediksi. Dan orang nomor satu di Karawang ini juga mengungkapkan kemungkinannya pindah parpol, kendati tidak ujug-ujug.

Lantas, di parpol mana Cellica akan berlabuh? Rentan waktu antara Pemilu Legislatif yang digelar Pebruari 2024 dengan Pilkada serentak di bulan Nopember 2024, bukan mustahil Cellica punya niatan memanfaatkan peluang kedua momentum politik ini untuk ikut bertarung. Berawal dari nyaleg ke DPR RI hingga membidik kursi Jawa Barat Satu atau Jawa Barat Dua.

Jika yang dipilih Cellica adalah PKS, bisa jadi pertimbangannya karena parpol berbasis massa muslim pemilik 21 kursi di DPRD Jawa Barat punya pengalaman sukses mengusung Ahmad Heyawan (Aher) jadi gubernur.

Apalagi waktu pertama kali dicalonkan PKS, Aher bukan figur yang dikenal publik Jawa Barat. Nyatanya, Aher berhasil di luar dugaan kalangan politisi saingannya. Bahkan Aher sebagai kader PKS bisa kembali terpilih pada periode kedua.

Hanya saja, pertarungan PKS di Pilkada Jawa Barat 2018 harus menerima kekalahan oleh NasDem yang berkoalisi dengan PPP dan PKB yang mengusung Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum. Lalu bagaimana respon NasDem terhadap Cellica bila berkeinginan maju di Pilkada Jawa Barat 2024?

Ketua DPD NasDem Karawang, Dian Fahrud Jaman, berani mengatakan bahwa Cellica memiliki peluang besar untuk diusung parpolnya. Dengan catatan, mantan Ketua DPC Demokrat di daerah ini benar-benar serius bergabung jadi kader NasDem. “Jika tidak di NasDem, ya saya belum tahu. Karena itu dinamika politik yang terjadi setelah Pemilu 2024,” ujarnya.

Dian katakan pula, dari hasil Pemilu 2019 NasDem memiliki 4 kursi di DPRD Jawa Barat. Ia yakin, perolehan suara di Pemilu 2024 yang digelar 14 Pebruari bakal mampu menambah kursi lebih banyak di lembaga legislatif, khususnya di provinsi ini. Keberhasilan mengusung Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum akan diulanginya pada Pilkada Jawa Barat 2024.

Kali ini, sambung Dian, suara arus bawah yang disampaikan para ketua DPD NasDem se-Jawa Barat sudah meminta agar DPP mengusung Saan Mustopa menjadi calon gubernur. Alasannya, Dian menyebut, Saan adalah kader yang memiliki kualifikasi secara kapasitas maupun kapabilitas. “Pak Saan berpengalaman baik. Beliau sudah mengantarkan Kang Emil jadi gubernur,” tandasnya. (vins/tik)

Previous Post

Bamus Agendakan Rapat Paripurna untuk Usulkan Pergantian Ketua DPRD Karawang

Next Post

Satu Langkah Lagi Budianto Jadi Ketua DPRD Karawang?

Redaksi Taktik

Redaksi Taktik

Next Post

Satu Langkah Lagi Budianto Jadi Ketua DPRD Karawang?

Stay Connected test

  • 24k Followers
  • 99 Subscribers
Plugin Install : Widget Tab Post needs JNews - View Counter to be installed
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Catatan Asep Toha : Kemendagri Larang Pemprov Jabar Ngutang? Bagaimana Nasib Defisit Rp 3,4 Triliun?

Catatan Asep Toha : Kemendagri Larang Pemprov Jabar Ngutang? Bagaimana Nasib Defisit Rp 3,4 Triliun?

Oktober 19, 2026
Usai Direnovasi, Kantor BPN Karawang Terbakar. Kenapa? Robin : Apakah Peristiwa Ini Bisa Diterima Akal Sehat? Kita Tunggu!

Usai Direnovasi, Kantor BPN Karawang Terbakar. Kenapa? Robin : Apakah Peristiwa Ini Bisa Diterima Akal Sehat? Kita Tunggu!

Oktober 15, 2026
Pemkab Karawang Punya Beban Hutang ke “Pemborong” Rp 12,9 Milyar dari Proyek Tahun 2025. Mau Dibayar di APBD-P 2026?

Pemkab Karawang Punya Beban Hutang ke “Pemborong” Rp 12,9 Milyar dari Proyek Tahun 2025. Mau Dibayar di APBD-P 2026?

Oktober 7, 2026
Realisasi APBD 2026 di Triwulan III : Pendapatan Baru Masuk 73,15 Persen, Belanja yang Dikucurkan 58,00 Persen. Lantas?

Realisasi APBD 2026 di Triwulan III : Pendapatan Baru Masuk 73,15 Persen, Belanja yang Dikucurkan 58,00 Persen. Lantas?

Oktober 6, 2026

Recent News

Catatan Asep Toha : Kemendagri Larang Pemprov Jabar Ngutang? Bagaimana Nasib Defisit Rp 3,4 Triliun?

Catatan Asep Toha : Kemendagri Larang Pemprov Jabar Ngutang? Bagaimana Nasib Defisit Rp 3,4 Triliun?

Oktober 19, 2026
Usai Direnovasi, Kantor BPN Karawang Terbakar. Kenapa? Robin : Apakah Peristiwa Ini Bisa Diterima Akal Sehat? Kita Tunggu!

Usai Direnovasi, Kantor BPN Karawang Terbakar. Kenapa? Robin : Apakah Peristiwa Ini Bisa Diterima Akal Sehat? Kita Tunggu!

Oktober 15, 2026
Pemkab Karawang Punya Beban Hutang ke “Pemborong” Rp 12,9 Milyar dari Proyek Tahun 2025. Mau Dibayar di APBD-P 2026?

Pemkab Karawang Punya Beban Hutang ke “Pemborong” Rp 12,9 Milyar dari Proyek Tahun 2025. Mau Dibayar di APBD-P 2026?

Oktober 7, 2026
Realisasi APBD 2026 di Triwulan III : Pendapatan Baru Masuk 73,15 Persen, Belanja yang Dikucurkan 58,00 Persen. Lantas?

Realisasi APBD 2026 di Triwulan III : Pendapatan Baru Masuk 73,15 Persen, Belanja yang Dikucurkan 58,00 Persen. Lantas?

Oktober 6, 2026

Follow Us

  • Iklan
  • Opini
  • Hubungi kami

© 2023 TAKtik

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Bisnis

© 2023 TAKtik