• Iklan
  • Opini
  • Hubungi kami
TAKtik
Advertisement
  • Beranda
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Bisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Bisnis
No Result
View All Result
TAKtik
No Result
View All Result
Home Headline

Ratusan Miliar Kas Pemkab Sering Mengendap. Apa Reaksi Plt Bupati Aep Saat Diinterupsi Fraksi PDIP DPRD Karawang?

Redaksi Taktik by Redaksi Taktik
Desember 1, 2023
in Headline
0
Ratusan Miliar Kas Pemkab Sering Mengendap. Apa Reaksi Plt Bupati Aep Saat Diinterupsi Fraksi PDIP DPRD Karawang?

KARAWANG, TAKtik – Agar uang menumpuk miliaran rupiah di kas daerah yang tidak terserap terus terulang, Plt Bupati Aep Syaepuloh janji akan memperbaiki OPD yang tidak punya kemampuan membelanjakan anggaran belanjanya secara optimal.

Ratusan miliar uang kas daerah tersebut selama beberapa tahun terakhir menjadi SiLPA (Sisa Lebih Perhitungan Anggaran). Untuk tahun anggaran 2023 saja mencapai Rp 512,6 miliar. Dan ini digunakan buat menutup defisit di APBD 2024.

Selain memperbaiki kinerja OPD, kata Aep, dirinya akan merubah jadwal proyek lelang yang biasanya baru bisa digelar Mei atau Juni pada tahun anggaran berjalan, mulai tahun depan ditarik ke Februari.

“Ini segera saya sampaikan dan koordinasikan dengan para kepala OPD,” kata Aep saat dimintai tanggapannya atas reaksi Natala Sumedha dari Fraksi PDI-P DPRD Karawang di tengah rapat paripurna pengesahan RAPBD 2024, Kamis malam (30/11/2023).

Selama rapat paripurna tersebut berlangsung, Natala melakukan interupsi. Ia mengingatkan Aep yang sebentar lagi status menjadi bupati definitif untuk bisa memonitoring SiLPA agar tidak terlalu besar bahkan terus terulang.

“Sejak empat tahun terakhir SiLPA kita trennya naik. Padahal, tahun 2018 hanya Rp 168 miliar, ini tergolong ideal. Tahun 2019 turun sedikit menjadi Rp 162 miliar. Tren naik dimulai tahun 2020 di angka Rp 300 miliar. Terjadi lonjakan pada tahun 2021 dengan mencatatkan SiLPA Rp 626 miliar. Turun sedikit di tahun 2022 jadi sekitar Rp 600 miliar,” beber Natala.

Menjelang akhir tahun anggaran 2023 saja, sambung Natala, angka SiLPA mendekati tembus ke angka Rp 600 miliar. Dengan tegas Natala nyatakan bahwa ini uang yang benar-benar tidak terpakai, sehingga seringkali dipergunakan hanya buat menutup defisit.

“SiLPA ini gak baik, gak sehat. Kami gak bangga dengan SiLPA yang sebesar itu karena dari anggaran yang tidak terserap. Anggaran kita rata-rata terserap 80 persen. Ini artinya, 20 persen RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) kita tidak terealisasi,” sesal Natala.

Fraksinya berharap, tandas Natala, pada tahun anggaran 2024 tidak ada lagi SiLPA di atas Rp 500 miliar, kecuali hasil efisiensi dari belanja pembangunan yang sudah terealisasikan sebagaimana tertuang dalam APBD. “Kalau SiLPA hasil efisiensi kami dukung. Tapi jika dinas-dinas tidak mampu menyerap, kami berteriak,” tegasnya. (tik)

Previous Post

Alokasi Anggaran untuk Pilkada Karawang 2024 ke KPU Rp 42,7 Miliar dan Bawaslu Rp 10,3 Miliar?

Next Post

Draft Perubahan Tata Ruang yang “Tersembunyi” Harus Dikaji Ulang Paska Pergantian Penguasa di Karawang?

Redaksi Taktik

Redaksi Taktik

Next Post
Draft Perubahan Tata Ruang yang “Tersembunyi” Harus Dikaji Ulang Paska Pergantian Penguasa di Karawang?

Draft Perubahan Tata Ruang yang "Tersembunyi" Harus Dikaji Ulang Paska Pergantian Penguasa di Karawang?

Stay Connected test

  • 24k Followers
  • 99 Subscribers
Plugin Install : Widget Tab Post needs JNews - View Counter to be installed
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Catatan Asep Toha : Kemendagri Larang Pemprov Jabar Ngutang? Bagaimana Nasib Defisit Rp 3,4 Triliun?

Catatan Asep Toha : Kemendagri Larang Pemprov Jabar Ngutang? Bagaimana Nasib Defisit Rp 3,4 Triliun?

Oktober 19, 2026
Usai Direnovasi, Kantor BPN Karawang Terbakar. Kenapa? Robin : Apakah Peristiwa Ini Bisa Diterima Akal Sehat? Kita Tunggu!

Usai Direnovasi, Kantor BPN Karawang Terbakar. Kenapa? Robin : Apakah Peristiwa Ini Bisa Diterima Akal Sehat? Kita Tunggu!

Oktober 15, 2026
Pemkab Karawang Punya Beban Hutang ke “Pemborong” Rp 12,9 Milyar dari Proyek Tahun 2025. Mau Dibayar di APBD-P 2026?

Pemkab Karawang Punya Beban Hutang ke “Pemborong” Rp 12,9 Milyar dari Proyek Tahun 2025. Mau Dibayar di APBD-P 2026?

Oktober 7, 2026
Realisasi APBD 2026 di Triwulan III : Pendapatan Baru Masuk 73,15 Persen, Belanja yang Dikucurkan 58,00 Persen. Lantas?

Realisasi APBD 2026 di Triwulan III : Pendapatan Baru Masuk 73,15 Persen, Belanja yang Dikucurkan 58,00 Persen. Lantas?

Oktober 6, 2026

Recent News

Catatan Asep Toha : Kemendagri Larang Pemprov Jabar Ngutang? Bagaimana Nasib Defisit Rp 3,4 Triliun?

Catatan Asep Toha : Kemendagri Larang Pemprov Jabar Ngutang? Bagaimana Nasib Defisit Rp 3,4 Triliun?

Oktober 19, 2026
Usai Direnovasi, Kantor BPN Karawang Terbakar. Kenapa? Robin : Apakah Peristiwa Ini Bisa Diterima Akal Sehat? Kita Tunggu!

Usai Direnovasi, Kantor BPN Karawang Terbakar. Kenapa? Robin : Apakah Peristiwa Ini Bisa Diterima Akal Sehat? Kita Tunggu!

Oktober 15, 2026
Pemkab Karawang Punya Beban Hutang ke “Pemborong” Rp 12,9 Milyar dari Proyek Tahun 2025. Mau Dibayar di APBD-P 2026?

Pemkab Karawang Punya Beban Hutang ke “Pemborong” Rp 12,9 Milyar dari Proyek Tahun 2025. Mau Dibayar di APBD-P 2026?

Oktober 7, 2026
Realisasi APBD 2026 di Triwulan III : Pendapatan Baru Masuk 73,15 Persen, Belanja yang Dikucurkan 58,00 Persen. Lantas?

Realisasi APBD 2026 di Triwulan III : Pendapatan Baru Masuk 73,15 Persen, Belanja yang Dikucurkan 58,00 Persen. Lantas?

Oktober 6, 2026

Follow Us

  • Iklan
  • Opini
  • Hubungi kami

© 2023 TAKtik

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Bisnis

© 2023 TAKtik